Wall Street Ditutup Mix, Investor Khawatir Fed “Hawkish”

- Pewarta

Kamis, 8 Juni 2023 - 07:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Suasana di bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilustrasi: Suasana di bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN Tiga indeks utama saham di Wall Street ditutup mix (bervariasi) pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Investor khawatir Federal Reserve tetap hawkish, belum selesai dengan siklus pengetatannya dalam pertemuannya minggu depan.

Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 91,74 poin atau 0,27% menjadi 33.665,02 poin. Indeks S&P 500 melemah 16,33 poin atau 0,38% menjadi 4.267,52 poin. Indeks Komposit Nasdaq turun171,52 poin atau 1,29% menjadi menjadi 13.104,90 poin.

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor energi dan real estat memimpin kenaikan masing-masing terangkat 2,65% dan 1,75%. Sementara itu, sektor jasa komunikasi dan teknologi memimpin penurunan dengan masing-masing melemah 1,87%dan 1,62%.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saham-saham AS sebagian besar lebih rendah pada Rabu (7/6/2023) di tengah kekhawatiran atas keputusan kebijakan moneter Federal Reserve minggu depan. Keputusan tak terduga bank sentral Kanada untuk menaikkan suku bunga dan melanjutkan pengetatan moneter membuat investor merasa khawatir dengan situasi serupa di Amerika Serikat.

Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) memiliki kemungkinan sekitar 35% untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada pertemuan 14 Juni, menurut data dari CME FedWatch Tool.

Tampaknya ada cukup dukungan pada FOMC untuk jeda dalam menaikkan suku bunga pada pertemuan minggu depan, tetapi pernyataan dan proyeksi baru akan memperjelas bahwa ini bukanlah akhir dari siklus kenaikan, menurut Andrew Hunter, wakil kepala ekonom AS di Capital Economics.

Investor juga mempertimbangkan implikasi dari kesepakatan pagu utang dan bersiap menghadapi membanjirnya obligasi pemerintah lebih dari 1 triliun dolar AS, dengan kekhawatiran bahwa kebutuhan Departemen Keuangan untuk mengisi kembali uang tunai dapat menguras likuiditas dari sistem keuangan dan memicu serangan baru volatilitas di pasar keuangan.

Sementara itu, Departemen Perdagangan AS melaporkan Rabu (7/6/2023) bahwa defisit perdagangan internasional AS melonjak pada April ke level tertinggi enam bulan sebesar US$ 74,6 miliar, dari US$ 60,6 miliar pada Maret, sebuah tren yang dapat mengakibatkan perdagangan menjadi penghambat pertumbuhan ekonomi.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

Hisense Sambut FIFA World Cup 2026™ Lewat Inovasi RGB MiniLED

Jumat, 12 Jun 2026 - 14:47 WIB