Wall Street Ditutup Menguat, Saham Teknologi Naik

- Pewarta

Selasa, 29 Agustus 2023 - 08:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Susana bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilustrasi: Susana bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks saham utama di Bursa Wall Street ditutup menguat pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB) ditopang naiknya saham-saham berbasis teknologi.

Indeks Dow Jones Industrial Average naik sebanyak 213,08 poin, atau 0,62% ke 34.559,98. Indeks S&P 500 naik sebesar 0,63% menjadi 4.433,31, sementara Nasdaq naik 0,84% ke 13.705,13.

Ketiga indeks ini semuanya mengalami penurunan pada bulan Agustus, dengan S&P 500 kehilangan 3,4%. Sedangkan Nasdaq dan Dow masing-masing turun sekitar 4,5% dan 2,8%.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saham Meta dan Apple sedikit menguat, sementara Nvidia naik 1,8%. Saham raksasa kendaraan listrik Tesla naik tipis sebesar 0,1%. Pergerakan saham ini terjadi ketika sektor teknologi berusaha untuk memulihkan posisinya menjelang akhir Agustus. Sektor teknologi informasi dalam S&P 500 mengalami penurunan sebesar 4,6% selama bulan ini.

Di luar sektor teknologi, saham perusahaan 3M melonjak lebih dari 5% setelah satu hari sebelumnya laporan dari Bloomberg News yang mengutip sumber anonim menyebutkan bahwa perusahaan tersebut siap untuk menyelesaikan gugatan hukum terkait beberapa alat pelindung telinga yang dianggap cacat produksi.

Sebanyak 10 dari 11 sektor dalam S&P 500 mengalami kenaikan. Hanya sektor utilitas yang mengalami penurunan sebesar 0,04%.

Saham-saham ini mengalami kenaikan setelah sesi yang positif berkat komentar baru-baru ini dari Ketua Federal Reserve, Jerome Powell. Pada Jumat, Powell menunjukkan adanya tanda-tanda pertumbuhan ekonomi yang berlanjut dan pengeluaran konsumen yang kuat, tetapi juga mengindikasikan bahwa bank sentral akan “bertindak dengan hati-hati” terkait kenaikan suku bunga tambahan.

Pada awal Senin, para pelaku pasar memperkirakan hanya 20% peluang bahwa Fed akan menaikkan suku bunga lagi dalam pertemuan bulan September mendatang. Para investor juga akan memantau indikator inflasi pilihan Fed, yaitu indeks pengeluaran konsumsi pribadi, yang akan dirilis pada hari Kamis, diikuti oleh data upah non-pertanian baru pada Jumat pagi.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

Praktik Integrasi “Eco+” Ningbo Ditampilkan dalam Forum SCO

Selasa, 28 Apr 2026 - 18:30 WIB