Wall Street Ditutup Melonjak, Saham Tekno Melesat

- Pewarta

Jumat, 14 April 2023 - 07:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustras: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilustras: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Wall Street ditutup melonjak pada akhir perdagangan Kamis ( Jumat pagi WIB). Perusahaan-perusahaan teknologi besar memimpin penguatan setelah data menunjukkan inflasi mendingin yang dapat mendorong tindakan kebijakan Federal Reserve yang tidak terlalu agresif.

Dow Jones Industrial Average mrlonjak 383,19 poin atau 1,14% menjadi 34.029,69. S&P 500 naik 1,33% menjadi 4.146,22 untuk penutupan tertinggi sejak Februari. Nasdaq Composite naik 1,99% menjadi 12.166,27.

Saham-saham teknologi besar dipimpin oleh Alphabet naik lebih 2%, dan Apple , naik lebih 3%, pasca para investor menyambut baik data yang menunjukkan bahwa inflasi grosir menurun lebih besar dari yang diperkirakan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indeks harga produsen untuk permintaan akhir secara tak terduga turun 0,5% bulan lalu, dibandingkan dengan perkiraan para ekonom untuk kenaikan 0,1%.

Selain meredanya tekanan inflasi, ada tanda-tanda bahwa pasar tenaga kerja yang panas itu juga mendukung harapan bahwa Federal Reserve dapat mengadopsi sikap kebijakan moneter yang tidak terlalu agresif. Notulen dari rapat bulan Maret menunjukkan bank sentral memperkirakan gejolak perbankan baru-baru ini akan menyebabkan “resesi ringan” di tahun ini.

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan hari Kamis bahwa klaim pengangguran awal meningkat 11.000 menjadi 239.000 pada pekan yang berakhir 8 April, dibandingkan dengan perkiraan kenaikan 4.000.

Dari sisi pendapatan, Delta Air Lines turun sekitar 1% setelah melaporkan pendapatan kuartalan yang lebih buruk dari perkiraan. Namun, maskapai ini memperkirakan rekor pemesanan lanjutan untuk periode musim panas yang krusial.

Emiten energi sedikit di atas garis datar, tetapi momentum kenaikan terbebani oleh turunnya harga minyak di tengah kekhawatiran bahwa resesi AS akan membatasi permintaan energi.

Sementara itu, Netflix Inc melonjak 4% setelah Wells Fargo mengatakan bahwa mereka optimis terhadap saham tersebut karena ekspektasi bahwa raksasa streaming ini kemungkinan akan mendapatkan keuntungan dari peluncuran program berbagi berbayar.

Sektor finansial juga berperan dalam kenaikan pasar yang lebih luas karena saham-saham bank meraih keuntungan menjelang musim laporan keuangan kuartalan, yang akan dimulai pada hari Jumat.

JPMorgan Chase & Co , Citigroup Inc dan Wells Fargo & Company akan melaporkan hasil kuartalannya sebelum bel pembukaan pasar pada hari Rabu.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB