MEDIA EMITEN – Wall Street ditutup melemah pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Pasar mencerna data ekonomi antara lain lowongan pekerjaan dan pemangkasan produksi minyak mentah yang berpotensi mendorong inflasi.
Indeks Dow tJones Industrial Average turun 198,77 poin, atau 0,59% menjadi 33.402,38. S&P 500 turun 0,58% untuk mengakhiri sesi di 4.100,60. Kedua indeks akhirnya melemah setelah menguat empat hari beruntun. Nasdaq Composite turun 0,52% ke 12.126,33.
Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan, jumlah lowongan pekerjaan anjlok di bulan Februari. Posisi yang tersedia turun menjadi 9,93 juta untuk bulan Februari, turun lebih dari 600.000 dari Januari dan jauh di bawah perkiraan FactSet sebesar 10,4 juta.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Minggu ini, pasar energi menjadi potensi sumber ketidakpastian lainnya, setelah OPEC+ mengumumkan akan memangkas produksi sebesar 1,16 juta barel minyak per hari. Pada hari Senin, West Texas Intermediate futures mengalami kenaikan harian terbesar, mencapai 6%, dalam hampir setahun.
Kontrak emas berjangka lebih tinggi pada hari Selasa, naik hampir 2% setelah mencapai level tertinggi sejak Maret 2022.
Harga emas mencapai sesi tertinggi US$ 2.043 per ons berada di jalur untuk sesi positif kelima dari enam sesi terakhir. Sepanjang tahun ini, harga emas telah naik 11,6%. Logam mulia sering disebut-sebut sebagai lindung nilai terhadap inflasi.






