MEDIA EMITEN – Saham-saham di Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena data ekonomi baru menunjukkan bahwa pertumbuhan AS cukuptangguh.
Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 269,76 poin atau 0,8% menjadi 34.122,42 poin. Indeks S&P 500 bertambah 19,58 poin atau 0,45% menjadi 4.396,44 poin. Indeks Komposit Nasdaq melemah 0,42 poin, menjadi ditutup pada 13.591,33 poin.
Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor keuangan dan material memimpin penguatan masing-masing naik 1,67% dan 1,27%. Sementara itu, sektor jasa komunikasi dan barang kebutuhan pokok memimpin penurunan dengan masing-masing melemah 0,63% dan 0,15%.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara imbal hasil obligasi pemerintah yang lebih tinggi menyeret Komposit Nasdaq yang padat teknologi.
Bank-bank besar ternama terangkat pada Kamis (29/6) setelah melewati stress test tahunan Fed. Goldman Sachs dan JPMorgan Chase masing-masing naik lebih dari 3%, sementara Wells Fargo naik sekitar 4,5%.
Investor juga mencerna sejumlah data ekonomi positif yang menunjukkan ekonomi yang tangguh dan pasar tenaga kerja yang kuat. Beberapa analis yakin rilis ini dapat meredakan kekhawatiran resesi, tetapi meningkatkan ekspektasi untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut.
Tingkat pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) AS direvisi naik menjadi 2% pada kuartal pertama, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 1,3%, merujuk data yang dikeluarkan oleh Biro Analisis Ekonomi AS pada Kamis (29/6). Ini adalah estimasi ketiga dan terakhir untuk periode tersebut, yang mencerminkan revisi naik pada ekspor dan belanja konsumen.
Baca Juga:
ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”
Hisense Berkolaborasi dengan “Phantom Blade Zero”, Hadirkan Pengalaman Gim RGB Generasi Baru
Hikvision Umumkan Kinerja Keuangan Periode 2025 dan Triwulan I-2026
Klaim pengangguran awal AS turun 26.000 klaim menjadi 239.000 klaim dalam pekan yang berakhir 24 Juni, level terendah sejak Mei, menunjukkan pasar tenaga kerja tetap cukup kuat, menurut laporan Departemen Tenaga Kerja AS.






