Wall Street Ditutup Bervariasi, Respons Data Ekonomi

- Pewarta

Jumat, 30 Juni 2023 - 10:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilistrasi: Suasana bursa saham Wall Street AS/Dok

Foto ilistrasi: Suasana bursa saham Wall Street AS/Dok

MEDIA EMITEN – Saham-saham di Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena data ekonomi baru menunjukkan bahwa pertumbuhan AS cukuptangguh.

Indeks Dow Jones Industrial Average terangkat 269,76 poin atau 0,8% menjadi 34.122,42 poin. Indeks S&P 500 bertambah 19,58 poin atau 0,45% menjadi 4.396,44 poin. Indeks Komposit Nasdaq melemah 0,42 poin, menjadi ditutup pada 13.591,33 poin. 

Delapan dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor keuangan dan material memimpin penguatan masing-masing naik 1,67% dan 1,27%. Sementara itu, sektor jasa komunikasi dan barang kebutuhan pokok memimpin penurunan dengan masing-masing melemah 0,63% dan 0,15%.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara imbal hasil obligasi pemerintah yang lebih tinggi menyeret Komposit Nasdaq yang padat teknologi.

Bank-bank besar ternama terangkat pada Kamis (29/6) setelah melewati stress test tahunan Fed. Goldman Sachs dan JPMorgan Chase masing-masing naik lebih dari 3%, sementara Wells Fargo naik sekitar 4,5%.

Investor juga mencerna sejumlah data ekonomi positif yang menunjukkan ekonomi yang tangguh dan pasar tenaga kerja yang kuat. Beberapa analis yakin rilis ini dapat meredakan kekhawatiran resesi, tetapi meningkatkan ekspektasi untuk kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Tingkat pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) AS direvisi naik menjadi 2% pada kuartal pertama, naik dari perkiraan sebelumnya sebesar 1,3%, merujuk data yang dikeluarkan oleh Biro Analisis Ekonomi AS pada Kamis (29/6). Ini adalah estimasi ketiga dan terakhir untuk periode tersebut, yang mencerminkan revisi naik pada ekspor dan belanja konsumen.

Klaim pengangguran awal AS turun 26.000 klaim menjadi 239.000 klaim dalam pekan yang berakhir 24 Juni, level terendah sejak Mei, menunjukkan pasar tenaga kerja tetap cukup kuat, menurut laporan Departemen Tenaga Kerja AS.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB