Wall Street Ditutup Bervariasi, Investor Cermati Black Friday

- Pewarta

Sabtu, 26 November 2022 - 08:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilustrasi: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks saham di bursa Wall Street ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Jumat (Sabtu pagi WIB). Pasar berhati-hati sembari mencermati penjualan Black Friday dan kasus Covid-19 di Tiongkok.

Dow naik 152,97 poin, atau 0,45% menjadi 34.347,03, menandai kenaikan sesi ketiga berturut-turut. S&P 500 turun 0,03% menjadi 4.026,12. Nasdaq Composite tergelincir 0,52% menjadi 11.226,36.

Pasar mencermati penjualan pengecer karenaprogram diskon Black Friday dimulai dengan latar belakang inflasi yang sangat tinggi dan pertumbuhan ekonomi yang melambat.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pembeli diharapkan datang dalam jumlah rekor untuk berbelanja untuk penawaran Black Friday, tetapi dengan cuaca buruk, kerumunan orang di luar toko menipis pada hari belanja tersibuk tahun ini.

Sementara itu, Nasdaq yang syarat teknologi turun karena terbebani oleh saham Activision Blizzard, yang anjlok 4% di tengah berita bahwa FTC dapat memblokir Microsoft untuk mengambil alih perusahaan game tersebut.

Ketiga indeks mengakhiri minggu dengan lebih tinggi. Dow naik 1,78%, dan S&P 500 naik 1,53% selama minggu singkat. Nasdaq yang padat teknologi tertinggal dari dua indeks lainnya tetapi masih naik 0,72% dalam jangka waktu yang sama.

Sentimen pasar tertuju pada risalah Federal Reserve yang mengisyaratkan bank sentral AS akan memperlambat laju kenaikan suku bunga ke depan, yang memberi dorongan pada saham hingga akhir minggu bahkan di tengah sesi yang fluktuatif karena volume perdagangan yang rendah.

Namun, investor terbebani dengan kekhawatiran tentang lockdown yang berkelanjutan di Tiongkok. Negara ini meningkatkan pembatasan Covid setelah melihat jumlah kasus yang meningkat dalam beberapa hari terakhir. Awal pekan ini, Tiongkok melaporkan kematian Covid pertamanya sejak Mei.

Minggu depan, investor akan memamtau laporan pendapatan dari perusahaan seperti Kroger dan Ulta Beauty.

Di sisi ekonomi, investor akan mengamati komentar lebih lanjut dari pejabat Fed, serta rilis laporan pengeluaran konsumsi pribadi pada hari Kamis —indikator inflasi pilihan bank sentral-. Laporan ketenagakerjaan November akan diumumkan hari Jumat depan.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

Praktik Integrasi “Eco+” Ningbo Ditampilkan dalam Forum SCO

Selasa, 28 Apr 2026 - 18:30 WIB