Wall Street Ditutup Beragam, Pasar Tunggu Pidato Powell

- Pewarta

Rabu, 30 November 2022 - 07:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Pasar saham Wall Street. AS/Dok

Foto ilustrasi: Pasar saham Wall Street. AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Wall Street ditutup beragam pada akhir perdagangan Selasa (Rabu pagi WIB). Pasar berhati-hati menunggu pidato Ketua Federal Reserve AS Jerome Powell yang dapat memberikan petunjuk tentang besarnya kenaikan suku bunga di waktu mendatang.

Indeks Dow Jones Industrial Average menguat 3,07 poin atau 0,01% menjadi 33.852,53 poin. Indeks S&P 500 tergelincir 6,31 poin atau 0,16% menjadi 3.957,63 poin. Nasdaq Composite jatuh 65,72 poin atau 0,59% menjadi 10.983,78 poin.

Investor juga fokus pada protes baru-baru ini terhadap pembatasan COVID-19 di China, termasuk di pabrik iPhone terbesar di dunia. Saham Apple turun 2,1%, melemah untuk sesi keempat berturut-turut.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Powell akan berbicara di acara Brookings Institution pada Rabu tentang prospek ekonomi AS dan pasar tenaga kerja. Investor akan mencari petunjuk tentang kapan Fed akan memperlambat laju kenaikan suku bunga yang agresif.

“Tidak ada yang mau membeli sebelum besok ketiga Powell berbicara. Semua orang gelisah dengan apa yang akan dia katakan,” kata Ron Saba, manajer portofolio senior di Horizon Investments di Charlotte.

Saham Amazon, Nvidia dan Tesla masing-masing kehilangan lebih dari 1%, Indeks acuan S&P 500 menuju kenaikan bulan kedua berturut-turut pada November di tengah spekulasi bahwa angka inflasi baru-baru ini menunjukkan sedikit penurunan akan mendorong Fed untuk mengurangi skala kenaikan suku bunga.

The Fed telah memberikan empat kenaikan suku bunga 75 basis poin berturut-turut, dan diperkirakan akan menurunkan kecepatan ke langkah 50 basis poin pada Desember.

Gelombang protes di China daratan baru-baru ini terjadi ketika jumlah kasus COVID mencapai rekor tertinggi harian dan sebagian besar kota menghadapi penguncian baru, yang semakin mengancam ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Indeks sektor energi S&P 500 menguat 1,3%, sementara kenaikan harga minyak di tengah ekspektasi pelonggaran kontrol ketat COVID China kemudian diimbangi oleh kekhawatiran bahwa OPEC+ akan mempertahankan produksinya tidak berubah pada pertemuan mendatang.

Saham-saham perusahaan China yang tercatat di AS Alibaba Group Holding Ltd, Pinduoduo Inc dan JD.com Inc melonjak lebih dari 5% setelah China memperluas saluran pembiayaan ekuitas untuk pengembang properti.

Saham perusahaan internet China Bilibili Inc melonjak 22% setelah membukukan hasil kuartalan yang optimis.

Volume perdagangan di bursa AS relatif ringan, dengan 9,6 miliar saham berpindah tangan, dibandingkan dengan rata-rata 11,2 miliar saham selama 20 sesi sebelumnya.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru