MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Wall Street ditutup beragam pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB). Investor berhati-hati menjelang rilis laporan pekerjaan AS November.
Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 194,76 poin atau 0,56% menjadi 34.395,01 poin. Indeks S&P 500 turun 3,54 poin atau 0,09% menjadi 4.076,57 poin. Nasdaq Composite naik 14,45 poin atau 0,13% menjadi 11.482,45 poin.
Tujuh dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor keuangan dan konsumen pokok melemah masing-masing 0,71% dan 0,47%, memimpin penurunan. Sementara itu, sektor jasa komunikasi naik 0,29% kelompok dengan kinerja terbaik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Reaksi pasar di atas terjadi setelah data menunjukkan ukuran inflasi yang disukai Federal Reserve melambat pada Oktober.
Departemen Perdagangan AS melaporkan pada Kamis bahwa indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS meningkat 0,3% pada Oktober, untuk kenaikan 6% dari tahun-ke-tahun (yoy). Indeks turun dari kenaikan tahunan 6,3% yang direvisi naik yang dilaporkan untuk September.
Indeks harga PCE inti, yang tidak termasuk makanan dan energi, naik 5% selama 12 bulan terakhir, dibandingkan dengan kenaikan tahunan sebesar 5,2% pada September.
Di tempat lain, Institute for Supply Management (ISM) melaporkan aktivitas ekonomi di sektor manufaktur mengalami kontraksi pada November untuk pertama kalinya sejak Mei 2020.
Baca Juga:
Alasan “Komunikasi Tidak Efektif” Dipakai PHK, Kuasa Hukum: Tak Sesuai UU
Jangan Terburu-Buru Menyimpan Emas Lama, Jual Emas Tanpa Surat Tetap Memiliki Nilai
NagaWorld Raih Sertifikasi Great Place To Work® 2026 dengan Skor Trust Index™ 97%
PMI manufaktur November (Indeks Manajer Pembelian) turun menjadi 49% dari 50,2% yang tercatat di Oktober, menurut laporan itu.
Aktivitas manufaktur AS menyusut pada November untuk pertama kalinya dalam 2,5 tahun karena biaya pinjaman yang lebih tinggi membebani permintaan barang, data menunjukkan, bukti kenaikan suku bunga Fed telah mendinginkan perekonomian.
Investor menunggu data penggajian non-pertanian (NFP) pada Jumat untuk petunjuk tentang bagaimana kenaikan suku bunga telah mempengaruhi pasar tenaga kerja.
Dengan satu bulan tersisa di tahun 2022, indeks S&P 500 telah turun sekitar 14% tahun ini, dan Nasdaq telah kehilangan sekitar 27%.
Baca Juga:
IGEL Hadirkan Now & Next Workspace & Endpoint Security Summit di Melbourne, Australia
60 Seconds to Tokyo: Sensasi Japanese Street Food di Lebih dari 130 Archipelago Hotels di Indonesia
Pada Rabu (30/11/2022), saham AS melonjak dengan Dow naik lebih dari 700 poin, setelah Ketua Fed Jerome Powell mengindikasikan bahwa laju pengetatan kemungkinan akan melambat pada Desember.







