MEDIA EMITEN – Tiga indeks saham utama di Bursa Wall Street ditutup anjlok pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB ). Aksi jual melanda pasar saham setelah Fitch menurunkan peringkat utang AS.
Dow Jones Industrial Average juga merosot sebanyak 348,16 poin atau 0,98% hingga mencapai 35.282,52, S&P 500 juga mengalami penurunan sebesar 1,38% dan ditutup di level 4.513,39. Nasdaq anjlok 2,17% menjadi 13.973,45.
Fitch Ratings menurunkan peringkat kredit jangka panjang untuk Amerika Serikat menjadi AA+ dari sebelumnya AAA pada Selasa malam, dengan alasan “diperkirakan adanya penurunan kondisi fiskal selama tiga tahun mendatang”.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Aksi jual saham yang terjadi pada hari Rabu membuat tren kenaikan selama beberapa bulan terakhir, terutama ditopang oleh saham-saham teknologi, terhenti. Saham-saham teknologi menjadi penurun terbesar, terutama setelah yield obligasi Treasury AS dengan tenor 10 tahun mencapai level tertinggi sejak November.
Saham-saham perusahaan teknologi Tiongkok seperti JD.com dan Baidu turun lebih dari 4% setelah China mengusulkan pembatasan penggunaan smartphone bagi anak-anak. Saham Alibaba juga turun 5%. Saham-saham besar seperti Amazon, Alphabet, Microsoft turun lebih dari 2% masing-masing, sementara saham Nvidia tergerus hampir 5%.
Sementara itu, Wall Street juga memantau hasil-hasil keuangan perusahaan. Saham CVS Health naik 3,3% setelah melaporkan kinerja keuangan yang kuat berkat penghematan biaya, sementara saham Humana melonjak 5,6% setelah melaporkan biaya medis yang lebih rendah dari perkiraan.
Namun, saham Advanced Micro Devices (AMD) turun 7% setelah merilis proyeksi kinerja yang mengecewakan satu hari sebelumnya, dan hal ini berdampak buruk pada saham-saham chip lainnya. Selain itu, saham SolarEdge Technologies juga tergelincir 18,4% setelah gagal memenuhi ekspektasi pendapatan.
Baca Juga:
Dahua Technology Luncurkan Laporan ESG 2025: Dorong Pembangunan Berkelanjutan lewat Inovasi Digital
CGTN: Awal yang Solid dalam Repelita Ke-15 Tiongkok, Apa Maknanya?
Musim pelaporan kinerja sudah melewati pertengahan dan hasil-hasilnya terus datang lebih kuat dari yang diperkirakan. Data FactSet menyebutkan sekitar 82% perusahaan dalam S&P 500 melaporkan hasil positif yang melebihi perkiraan.







