Wall Street Anjlok, Nasdaq Turun 1,68%

- Pewarta

Kamis, 9 Februari 2023 - 07:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks utamasaham di Wall Street ditutup anjlok pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Saham-saham sektor teknologi memimpin penurunan.

Indeks Dow Jones Industrial Average merosot 207,68 poin atau 0,61% menjadi 33.949,01 poin, Indeks S&P 500 turun 46,14 poin atau 1,11% menjadi 4.117,86 poin. Indeks Komposit Nasdaq jatuh 203,27 poin atau 1,68% menjadi11.910,52 poin.

Semua sektor utama S&P 500 berakhir lebih rendah, dengan sektor jasa-jasa komunikasi anjlok 4,1% memimpin kerugian, diikuti sektor utilitas kehilangan 1,7% dan sektor teknologi berkurang 1,3%.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Alphabet Inc adalah hambatan terbesar pada S&P 500 dan Nasdaq. Sahamnya merosot 7,7 persen setelah AI chatbot Bard yang baru memberikan jawaban yang salah dalam iklan daring.

Gubernur Fed Christopher Waller mengatakan inflasi tampaknya siap untuk terus melambat tahun ini tetapi perjuangan bank sentral AS untuk mencapai target 2% “mungkin akan menjadi perjuangan yang panjang” dengan kebijakan moneter tetap ketat lebih lama dari yang diantisipasi.

Saham-saham menguat pada Selasa (7/2/2023) setelah sesi Ketua Fed Jerome Powell di depan Economic Club of Washington, di mana dia mengatakan suku bunga mungkin perlu bergerak lebih tinggi dari yang diharapkan jika ekonomi AS tetap kuat, tetapi mengatakan dia merasa proses “disinflasi” sedang berlangsung.

Investor khawatir tentang seberapa agresif tindakan Fed tahun ini menyusul laporan pekerjaan AS yang sangat kuat pada Jumat (3/2/2023).

Mereka juga khawatir tentang laporan keuangan beragam dari perusahaan-perusahaan AS, dengan hasil lebih dari setengah perusahaan S&P 500, laba mereka diperkirakan masih akan menurun dari tahun ke tahun pada kuartal keempat 2022, menurut data IBES dari Refinitiv.

Investor juga mencerna komentar dari pidato kenegaraan Presiden Joe Biden pada Selasa (7/2/2023) malam, ketika dia mendukung seruan untuk mengenakan pajak pembelian kembali saham perusahaan.

Volume transksi di bursa AS mencapai 10,62 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 11,93 miliar untuk sesi penuh selama 20 hari perdagangan terakhir.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB