Wall Street Bervariasi setelah Rilis Risalah Fed

- Pewarta

Kamis, 23 Februari 2023 - 08:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Pasar saham Wall Street. AS/Dok

Foto ilustrasi: Pasar saham Wall Street. AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Wall Street ditutup bervariasi cenderung datar pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB). Pelaku pasar mencerna rilis risalah Bank Sentral AS (The Fed).

Federal Reserve merilis risalah pertemuan terbarunya, yang berakhir pada 1 Februari, menunjukkan bahwa anggota bank sentral bertekad untuk terus memerangi inflasi dengan menaikkan suku bunga.

Dow Jones Industrial Average melemah 0,26% ke 33.045,09, S&P 500 terkoreksi 0,16% ke 3.991,05, sedangkan Nasdaq naik 0,13% ke 11.507,07.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Inflasi “tetap jauh di atas” target Fed 2% dan pasar tenaga kerja “tetap sangat ketat, berkontribusi pada tekanan kenaikan upah dan harga yang berkelanjutan,” menurut risalah the Fed.

The Fed menyetujui kenaikan suku bunga 0,25 poin persentase pada awal Februari yang merupakan kenaikan terkecil sejak siklus pengetatan pertama pada Maret 2022. Langkah tersebut membawa suku bunga Fed Fund Rate ke kisaran target 4,5%-4,75%. Tetapi risalah mengatakan bahwa kenaikan suku bunga yang berkurang berdampak kepada inflasi yang bisa naik lagi.

“Peserta mencatat bahwa data inflasi yang diterima selama tiga bulan terakhir menunjukkan penurunan yang disambut baik tetapi menekankan bahwa penurunan harga yang lebih luas akan diperlukan untuk meyakinkan kami bahwa inflasi terus menurun, ”kata risalah Fed.

Ringkasan menegaskan bahwa para anggota percaya bahwa kenaikan suku bunga “berkelanjutan” masih akan diperlukan.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

Praktik Integrasi “Eco+” Ningbo Ditampilkan dalam Forum SCO

Selasa, 28 Apr 2026 - 18:30 WIB