Wall Street Bervariasi, Nasdaq Menguat

- Pewarta

Selasa, 14 Maret 2023 - 07:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham Wall Street, AS/Dok,

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham Wall Street, AS/Dok,

MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Bursa Wall Street, AS, ditutup bervariasi pada akhir perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), tertekan saham bank karena investor khawatir penularan dari keruntuhan Silicon Valley Bank (SVB). Namun, Nasdaq menguat menyusul turunnya imbal hasil (yield) obligasi AS.

Dow Jones Industrial Average turun 90,50 poin atau 0,28%, S&P 500 melemah 5,83 poin atau 0,15%. Di sisi lain, Nasdaq Composite yang dipenuhi saham teknologi melawan tren, naik 0,45%, karena beberapa investor bertaruh keruntuhan di Silicon Valley Bank dapat diartikan Federal Reserve (The Fed) tidak akan menaikkan suku bunga terlalu tinggi di masa depan.

“Apa yang telah kita lihat dalam seminggu terakhir, adalah tembakan pertama efek pengetatan,” kata analis Evercore ISI Julian Emanuel dikutip CNBC International Senin.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara First Republic Bank melonjak sekitar 17% dalam perdagangan Senin, setelah sempat turun 61,8% di tengah kekhawatiran lebih luas saham bank setelah jatuhnya Silicon Valley Bank.

Saham bank lain juga rebound. ETF Perbankan Regional SPDR S&P naik 1,1%. Saham KeyCorp bertambah 5,8%.

Saham Gitlab anjlok 31% setelah perusahaan perangkat lunak itu mengeluarkan prospek lebih lemah dari perkiraan. Gitlab memproyeksi pendapatan tahun 2024 sebesar US$ 529 juta dan US$ 533 juta pada tahun 2023, lebih rendah dari ekspektasi sebesar US$ 586,4 juta, menurut Refinitiv.

Investor mengantisipasi data inflasi terbaru yang akan keluar Selasa (14/3/2023). Indeks harga konsumen Februari diperkirakan menunjukkan kenaikan 0,4% bulan Februari, menurut perkiraan konsensus Dow Jones. Itu turun dari kenaikan 0,5% bulan sebelumnya.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

Praktik Integrasi “Eco+” Ningbo Ditampilkan dalam Forum SCO

Selasa, 28 Apr 2026 - 18:30 WIB