Wall Street Beragam, Saham Teknologi Reli

- Pewarta

Jumat, 26 Mei 2023 - 07:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustras: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilustras: Bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN Saham-saham di Wall Street beragam pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), Nasdaq melonjak didorong reli saham teknologi.

Indeks Dow Jones Industrial Average turun 35,27 poin atau 0,11% menjadi 32.764,65 poin. Indeks S&P 500 nasik 36,04 poin atau 0,88% menjadi 4.151,28 poin. Indeks Komposit Nasdaq melonjak 213,93 poin atau 1,71%, menjadi pada 12.698,09 poin.

Enam dari 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan energi dan utilitas memimpin penurunan masing-masing merosot 1,89% dan 1,38%. Sementara itu, sektor jasa teknologi dan komunikasi memimpin penguatan dengan masing-masing naik 4,45% dan 0,43%.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Nasdaq yang padat teknologi melonjak setelah pembuat cip Nvidia mengeluarkan perkiraan penjualan yang menggembirakan karena meningkatnya permintaan untuk teknologi kecerdasan buatan. Saham Nvidia melonjak 24,37%, mendorong saham lain yang terkait dengan AI naik.

Sementara itu, negosiasi antara Presiden AS Joe Biden dan para pemimpin kongres berlanjut dengan perwakilan utama partai Republik mengatakan kepada wartawan bahwa daftar masalah yang membagi kedua belah pihak semakin sedikit.

Biden mengatakan di acara Gedung Putih bahwa dia dan Ketua DPR Kevin McCarthy “melakukan beberapa percakapan yang produktif” dan “staf kami terus bertemu.” Pernyataan ini muncul sehari setelah lembaga pemeringkat Fitch memperingatkan tentang kemungkinan penurunan peringkat kredit AS.

“Rating Watch Negatif mencerminkan peningkatan keberpihakan politik yang menghalangi tercapainya resolusi untuk menaikkan atau menangguhkan batas utang,” kata Fitch.

Fitch mengatakan masih mengharapkan penyelesaian batas utang sebelum tanggal-X ketika Departemen Keuangan AS menghabiskan posisi kas dan kapasitasnya untuk tindakan luar biasa tanpa menimbulkan utang baru.

“Drama plafon utang juga mereda saat Ketua DPR McCarthy menyatakan bahwa beberapa kemajuan telah dibuat, meski masalah tetap ada,” kata Moya, analis pasar senior di OANDA.

Sementara tiu, Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan bahwa klaim pengangguran baru naik menjadi 229.000 dalam pekan yang berakhir 20 Mei, dibandingkan dengan tingkat revisi minggu sebelumnya di 225.000.

Produk domestik bruto (PDB) riil AS meningkat pada tingkat tahunan sebesar 1,3% pada kuartal pertama tahun 2023, dibandingkan dengan pembacaan awal sebesar 1,1%, menurut perkiraan kedua dari Departemen Perdagangan AS yang dikeluarkan pada Kamis (25/5/2023).

 

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB