MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Bursa AS Wall Street ditutup anjlok pada Rabu (Kamis pagi WIB ), merespons kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve (The Fed).
Bank Sentral AS, The Fed, melanjutkan kenaikan suku bunga sebesar 0,25% atau 25 basis poin (bps). Sementara pada saat yang sama the Fed mengakui gejolak sektor perbankan dapat memperlambat ekonomi yang sudah rapuh. Saham bank regional memimpin penurunan.
Dow Jones di Wall Street turun 530,49 poin, atau 1,63%, menjadi 32.030,11, S&P 500 anjlok 1,65% menjadi 3.936,97 dan Komposit Nasdaq ambles 1,6% ke 11.669,96.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Saham bank regional terkena aksi jual di Wall Street adalah komentar Menteri Keuangan Janet Yellen, yang mengatakan kepada subkomite alokasi Senat AS bahwa AS saat ini tidak mengerjakan “asuransi menyeluruh” untuk deposito bank.
The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, seperti yang diharapkan investor. Dalam sebuah pernyataan, komite pembuat kebijakan The Fed mengatakan akan memantau dengan cermat informasi yang masuk dan menilai implikasinya terhadap kebijakan moneter. Selain itu, bank sentral menghapus frasa “peningkatan berkelanjutan” pada pernyataannya.
“Kondisi keuangan tampaknya semakin ketat,” kata Ketua Fed Jerome Powell dikutip CNBC International.
“Kami akan melihat seberapa serius ini dan apakah sepertinya akan dipertahankan. Jika ya, itu dapat dengan mudah memiliki efek ekonomi makro yang signifikan, dan kami akan memasukkannya ke dalam keputusan kebijakan kami,” tambahnya.
Baca Juga:
Lancia Consult Raih Great Place To Work® Certification™ di Empat Negara
COMAU RAIH “OUTSTANDING PARTNER AWARD”, HORSE POWERTRAIN PRODUKSI TIGA JUTA UNIT TRANSMISI
Fed juga memproyeksi hanya akan menaikkan satu kali kenaikan suku bunga lagi pada tahun ini. Namun, Powell mengatakan dalam konferensi pers bahwa pertarungan inflasi masih jauh dari selesai.
“Tindakan The Fed hari ini konsisten dengan pandangan lama kami bahwa Fed akan menaikkan suku bunga menjadi 5,125% dan berhenti untuk waktu yang lama,” kata ekonom Jefferies Thomas Simons dalam sebuah catatan.
Kenaikan suku bunga The Fed terjadi di tengah ketidakpastian sektor perbankan global. Awal bulan ini, Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank ambruk. Sementara UBS mengakuisisi saingannya Credit Suisse, langkah yang dipaksakan oleh regulator Swiss untuk menopang industri perbankan negara tersebut.
Saham bank regional turun pada hari Rabu menyusul pengumuman kenaikan suku bunga dan pernyataan Yellen bahwa Departemen Keuangan tidak mempertimbangkan peningkatan asuransi simpanan.
Baca Juga:
COMAU RAIH “OUTSTANDING PARTNER AWARD”, HORSE POWERTRAIN PRODUKSI TIGA JUTA UNIT TRANSMISI
Savaya Group Hadirkan Zumana, Destinasi Baru di Pesisir Kuta Bali
Trinasolar Dukung Proyek PLTS dan Penyimpanan Energi 10 MWh di Phu Quoc, Vietnam
ETF Bank Regional S&P (KRE) mengakhiri perdagangan Rabu anjlok 5%.








