Wall Street Anjlok, Respons Kenaikkan Suku Bunga Fed

- Pewarta

Kamis, 23 Maret 2023 - 10:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Bursa AS Wall Street ditutup anjlok pada Rabu (Kamis pagi WIB ), merespons kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve (The Fed).

Bank Sentral AS, The Fed, melanjutkan kenaikan suku bunga sebesar 0,25% atau 25 basis poin (bps). Sementara pada saat yang sama the Fed mengakui gejolak sektor perbankan dapat memperlambat ekonomi yang sudah rapuh. Saham bank regional memimpin penurunan.

Dow Jones di Wall Street turun 530,49 poin, atau 1,63%, menjadi 32.030,11, S&P 500 anjlok 1,65% menjadi 3.936,97 dan Komposit Nasdaq ambles 1,6% ke 11.669,96.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Saham bank regional terkena aksi jual di Wall Street adalah komentar Menteri Keuangan Janet Yellen, yang mengatakan kepada subkomite alokasi Senat AS bahwa AS saat ini tidak mengerjakan “asuransi menyeluruh” untuk deposito bank.

The Fed menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin, seperti yang diharapkan investor. Dalam sebuah pernyataan, komite pembuat kebijakan The Fed mengatakan akan memantau dengan cermat informasi yang masuk dan menilai implikasinya terhadap kebijakan moneter. Selain itu, bank sentral menghapus frasa “peningkatan berkelanjutan” pada pernyataannya.

“Kondisi keuangan tampaknya semakin ketat,” kata Ketua Fed Jerome Powell dikutip CNBC International.

“Kami akan melihat seberapa serius ini dan apakah sepertinya akan dipertahankan. Jika ya, itu dapat dengan mudah memiliki efek ekonomi makro yang signifikan, dan kami akan memasukkannya ke dalam keputusan kebijakan kami,” tambahnya.

Fed juga memproyeksi hanya akan menaikkan satu kali kenaikan suku bunga lagi pada tahun ini. Namun, Powell mengatakan dalam konferensi pers bahwa pertarungan inflasi masih jauh dari selesai.

“Tindakan The Fed hari ini konsisten dengan pandangan lama kami bahwa Fed akan menaikkan suku bunga menjadi 5,125% dan berhenti untuk waktu yang lama,” kata ekonom Jefferies Thomas Simons dalam sebuah catatan.

Kenaikan suku bunga The Fed terjadi di tengah ketidakpastian sektor perbankan global. Awal bulan ini, Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank ambruk. Sementara UBS mengakuisisi saingannya Credit Suisse, langkah yang dipaksakan oleh regulator Swiss untuk menopang industri perbankan negara tersebut.

Saham bank regional turun pada hari Rabu menyusul pengumuman kenaikan suku bunga dan pernyataan Yellen bahwa Departemen Keuangan tidak mempertimbangkan peningkatan asuransi simpanan.

ETF Bank Regional S&P (KRE) mengakhiri perdagangan Rabu anjlok 5%.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB