MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Wall Street anjlok pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Pasar khawatir Federal Reserve (Fed) akan memperpanjang kebijakan agresifnya menyusul data ekonomi AS yang solid, lebih baik dari perkiraan.
Dow Jones Industrial Average berakhir turun 1,4% pada 33.947,10. S&P 500 berbasis luas merosot 1,8% menjadi 3.998,84, sedangkan Indeks Komposit Nasdaq yang padat teknologi turun 1,9% menjadi 11.239,94.
Data ekonomi AS yang dirilis semalam menunjukkan bahwa Indeks layanan Institute for Supply Management (ISM) naik menjadi 56,5% bulan lalu, jauh di atas ambang batas 50%. Data ini menunjukkan pertumbuhan dan aktivitas bisnis yang kuat meskipun ada upaya untuk mendinginkan perekonomian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Laporan tersebut muncul menyusul data ketenagakerjaan yang dirilis Jumat, yang juga melampaui perkiraan.
Data ekonomi terbaru menunjukkan ketahanan yang cukup besar, kata analis di B. Riley Financial Art Hogan. Tapi Hogan mengatakan kembalinya Tiongkok akan membawa lebih banyak permintaan ke kompleks komoditas, yang bisa menyebabkan inflasi.
Di antara masing-masing perusahaan, Tesla merosot 6,4% menyusul laporan Bloomberg bahwa perusahaan tersebut memangkas produksi di pabrik Shanghai.
VF Corporation merosot 11,2% setelah mengumumkan bahwa Steve Rendle telah pensiun sebagai CEO dan mulai mencari pemimpin baru.






