Wall Street Anjlok, Respons Data Ekonomi AS yang Solid

- Pewarta

Selasa, 6 Desember 2022 - 08:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham Wall Street, AS/Dok

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham Wall Street, AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks utama saham di Wall Street anjlok pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Pasar khawatir Federal Reserve (Fed) akan memperpanjang kebijakan agresifnya menyusul data ekonomi AS yang solid, lebih baik dari perkiraan.

Dow Jones Industrial Average berakhir turun 1,4% pada 33.947,10. S&P 500 berbasis luas merosot 1,8% menjadi 3.998,84, sedangkan Indeks Komposit Nasdaq yang padat teknologi turun 1,9% menjadi 11.239,94.

Data ekonomi AS yang dirilis semalam menunjukkan bahwa Indeks layanan Institute for Supply Management (ISM) naik menjadi 56,5% bulan lalu, jauh di atas ambang batas 50%. Data ini menunjukkan pertumbuhan dan aktivitas bisnis yang kuat meskipun ada upaya untuk mendinginkan perekonomian.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Laporan tersebut muncul menyusul data ketenagakerjaan yang dirilis Jumat, yang juga melampaui perkiraan.

Data ekonomi terbaru menunjukkan ketahanan yang cukup besar, kata analis di B. Riley Financial Art Hogan. Tapi Hogan mengatakan kembalinya Tiongkok akan membawa lebih banyak permintaan ke kompleks komoditas, yang bisa menyebabkan inflasi.

Di antara masing-masing perusahaan, Tesla merosot 6,4% menyusul laporan Bloomberg bahwa perusahaan tersebut memangkas produksi di pabrik Shanghai.

VF Corporation merosot 11,2% setelah mengumumkan bahwa Steve Rendle telah pensiun sebagai CEO dan mulai mencari pemimpin baru.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB