Wall Street Anjlok, Khawatir Protes Covid di China Meluas

- Pewarta

Selasa, 29 November 2022 - 07:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham di Wall Street, AS/DOk

Foto ilustrasi: Suasana bursa saham di Wall Street, AS/DOk

MEDIA EMITEN – Tiga indeks saham di bursa Wall Street anjlok lebih dari 1% pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Pasar khawatir protes di kota-kota besar China terhadap kebijakan ketat COVID-19 meluas yang berpotensi memukul pertumbuhan ekonomi.

Indeks Dow Jones Industrial Average anjlok 497,57 poin atau 1,45% menjadi 33.849,46 poin. Indeks S&P 500 turun 62,18 poin atau 1,54% menjadi 3.963,94 poin. Nasdaq Composite merosot 176,86 poin atau 1,58% menjadi 11.049,50 poin.

Semua 11 sektor utama S&P 500 berakhir di zona merah, dengan sektor real estat dan energi masing-masing tergelincir 2,81% dan 2,74%, memimpin penurunan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dengan dua hari perdagangan tersisa untuk November, indeks S&P 500 berada di jalur yang tepat untuk kenaikan sebesar 2,4% pada bulan tersebut.

Saham Cupertino, raksasa teknologi California kehilangan 2,6% dan sangat membebani indeks acuan S&P 500 karena keresahan pekerja di pabrik iPhone terbesar dunia di China memicu kekhawatiran akan pukulan yang lebih dalam pada produksi ponsel kelas atas yang sudah dibatasi.

Protes yang jarang terjadi di kota-kota besar China selama akhir pekan menentang pembatasan ketat nol-COVID di negara itu memperburuk kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

“Kami pikir COVID itu sendiri dan kebijakan China adalah salah satu variabel kunci untuk tahun 2023 yang akan mempengaruhi harga saham dan investor,” kata Tom Hainlin, ahli strategi investasi nasional di US Bank Wealth Management di Minneapolis.

Saham Pinduoduo Inc di AS melonjak 12,6% setelah platform e-commerce China itu mengalahkan estimasi pendapatan kuartal ketiga, dibantu oleh penguncian terkait COVID di negara yang memaksa konsumen berbelanja daring. Saham AS dari perusahaan teknologi China lainnya juga naik, dengan Baidu dan Tencent Holdings masing-masing menguat lebih dari 2%.

Saham Amazon.com Inc naik 0,6% setelah laporan industri memperkirakan pengeluaran selama Cyber ​​Monday, hari belanja daring terbesar AS, akan naik sebanyak US$ 11,6 miliar.

Perdagangan beragam di saham-saham pertumbuhan kelas berat lainnya, termasuk Microsoft Corp, Meta Platforms Inc, Nvidia Corp dan Tesla Inc.

Saham perusahaan terkait mata uang kripto dan blockchain Coinbase Global Inc, Riot Blockchain Inc dan Marathon Digital Holdings Inc masing-masing turun sekitar 4% setelah pengajuan kebangkrutan pemberi pinjaman BlockFi, korban terakhir sejak keruntuhan bursa kripto FTX awal bulan ini.

Minggu ini, investor akan mencermati data kepercayaan konsumen AS November, yang akan dirilis pada Selasa; perkiraan produk domestik bruto kuartal ketiga yang akan dirilis pada Rabu ; dan data penggajian non-pertanian (NFP) November pada Jumat.

Volume perdagangan di bursa AS relatif ringan, dengan 9,3 miliar saham berpindah tangan, dibandingkan dengan rata-rata 11,3 miliar saham selama 20 sesi sebelumnya.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB