Mediaemiten.com, Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu (3/10/2018), ditutup melemah, masih terpengaruh sentimen pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah.
IHSG ditutup melemah 7,88 poin atau 0,13 persen menjadi 5.867,73. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 3,40 poin atau 0,40 persen menjadi 925,30.
BACA JUGA : IHSG Dibuka Menguat Seiring Aksi Beli Selektif
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Analis Bahana Sekuritas Muhammad Wafi, di Jakarta, Rabu mengatakan bahwa pergerakan IHSG masih dipengaruhi oleh fluktuasi mata uang rupiah yang sedang berada dalam tekanan terhadap dolar AS.
“Investor dipengaruhi oleh pergerakan rupiah yang tertekan sehingga cenderung keluar dari pasar saham,” katanya.
Ia mengharapkan pelemahan rupiah dapat tertahan, sehingga dapat memberikan sentimen positif bagi pasar saham domestik.
Kendati demikian, ia mengatakan, di tengah pelemahan rupiah investor masih dapat mencari peluang keuntungan dengan memanfaatkan saham-saham emiten dengan pendapatan dolar AS dan memiliki sedikit utang berdenominasi dolar AS.
Baca Juga:
[MWC 2026] GlobalData Terbitkan Laporan Resmi tentang Evolusi Layanan Suara di Era AI
PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
Sundown Markette 2026 Hidupkan Atmosfer Ramadan di Kawasan GBK
“Secara valuasi, harga saham di BEI juga relatif masih murah dan bisa dimanfaatkan bagi investor jangka panjang,” katanya.
Sementara itu tercatat, frekuensi perdagangan saham pada hari ini (3/10) sebanyak 393.619 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 8,96 miliar lembar saham senilai Rp5,38 triliun. Sebanyak 202 saham naik, 179 saham menurun, dan 129 saham tidak bergerak nilainya.
Bursa regional, di antaranya indeks Nikkei melemah 159,65 poin (0,66 persen) ke 24.110,96, indeks Hang Seng melemah 35,12 poin (0,13 persen) ke 27.091,26, dan indeks Strait Times menguat 24,75 poin (0,76 persen) ke posisi 3.267,40. (zub)







