Sempat Alami Krisis Kepercayaan, Ke Depan AISA Ingin Raih Tata Kelola Terbaik

- Pewarta

Sabtu, 4 Agustus 2018 - 06:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – PT Tiga Pilar Sejahtera Food (TPS Food) mempersiapkan divisi pemasaran global, yang berbasis di Singapura, karena beberapa produk perusahaan tersebut seperti permen, mi instan, dan biskuit, sudah mulai diekspor.

Direktur Utama TPS Food Joko Mogoginta dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (3/8) mengatakan divisi ini dibentuk sesuai dengan tujuan perusahaan yaitu pertumbuhan bisnis signifikan pada 2020 dan menjadi kelas dunia (world class organization).

Ia mengharapkan dalam 3-5 tahun mendatang, TPS Food dapat meningkatkan nilai ekspor hingga 10 persen dengan membidik beberapa negara ASEAN, China, Timur Tengah, Afrika, dan Australia.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Menjalankan perusahaan dengan visi dan misi yang menyejahterahkan karyawan, kini kami pun melakukan langkah-langkah untuk good corporate governance,” kata Joko.

Joko menambahkan, langkah GCG ini tercermin dalam goals TPS Food pada tahun 2020, yaitu lima besar dalam tata kelola perusahaan yang baik, pendapatan dengan target satu miliar dolar AS dari produk makanan dan dua miliar dolar AS dari produk beras,” katanya.

Seperti ramai diberitakan sebelumnya, dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pekan lalu dilanda krisis kepercayaan dari pemegang sahamnya. Tercatat AISA menjadi penyelenggara RUPS paling lama, bahkan para pemegang saham akhirnya menolak laporan tahunan AISA.

Sebanyak 60,49% suara menolak laporan tahunan AISA tahun buku 2017. Hanya sebesar 39,51% suara yang setuju. Saat itu, para pemegang saham mencium ada yang aneh dengan laporan tahunan AISA.

Keanehan yang dimaksud adalah, adanya transaksi dan piutang AISA senilai lebih dari Rp 2 triliun ke beberapa perusahaan yang dinilai terafiliasi dengan Direktur Utama Joko Mogoginta.

Dalam keterangan tertulisnya, Joko Mogoginta juga menproyeksikan kinerja perusahaannya de depan. Margin kotor produk makanan diproyeksikan 35 persen, produk beras 21 persen, EBI produk makanan 20 persen, produk nasi 12 persen, keberlanjutan dalam pertumbuhan dan margin, serta menjadi pemain global kelas dunia dengan membangun 10 perusahaan di 10 negara.

BACA SELANJUTNYA : Begini, Sejarah dan Aksi Korporasi TPS Food

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru