Selandia Baru Pangkas Suku Bunga ke Rekor Terendah 1,5 Persen

- Pewarta

Kamis, 9 Mei 2019 - 01:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Wellington – Bank Sentral Selandia Baru, Reserve Bank of New Zealand, pada Rabu (8/5/2019) memangkas suku bunga acuan official cash rate (OCR) sebesar 25 basis poin ke rekor terendah 1,5 persen.

Suku bunga acuan 1,5 persen sekarang merupakan yang terendah sejak diperkenalkan pada tahun 1999. Gubernur Bank Sentral Selandia Baru Adrian Orr mengumumkan keputusan tersebut pada Rabu sore, setelah dolar Selandia Baru merosot.

Suku bunga acuan diyakini mempengaruhi suku bunga domestik lainnya pada pinjaman dan tabungan. Dalam beberapa menit Australia and New Zealand Banking Group (ANZ) dan Kiwibank mengumumkan rencana untuk menurunkan suku bunga KPR dan deposito sebagai tanggapan terhadap berita tersebut.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam sebuah pernyataan pada Rabu, bank sentral mengatakan, “pertumbuhan ekonomi global telah melambat sejak pertengahan 2018, mengurangi permintaan untuk barang dan jasa Selandia Baru. Risiko penurunan utama yang berkaitan dengan proyeksi pertumbuhan adalah perlambatan yang lebih besar dari perkiraan dalam pertumbuhan ekonomi global, khususnya di China dan Australia, mitra dagang terbesar Selandia Baru.”

Sementara itu, “pertumbuhan domestik yang melambat mulai par​ruh kedua 2018 telah mengurangi pengeluaran rumah tangga. Dan sentimen bisnis yang rendah, margin keuntungan yang lebih ketat serta persaingan untuk sumber daya semuanya berkontribusi pada investasi yang tertahan,” kata bank sentral.

Ketenagakerjaan mendekati level maksimum yang berkelanjutan. Namun, prospek pertumbuhan lapangan kerja lebih lemah dan tekanan kapasitas diperkirakan akan sedikit berkurang pada 2019. Konsekuensinya, tekanan inflasi diproyeksikan meningkat hanya secara perlahan, kata bank sentral dalam pernyataannya. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru