Saham AS Anjlok, Harga Emas Berjangka Melonjak

- Pewarta

Rabu, 4 Desember 2019 - 03:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto lustrasi: Emas batangan/Dok.

Foto lustrasi: Emas batangan/Dok.

Mediaemiten.com, Chicago – Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange melonjak lebih dari satu persen pada akhir perdagangan Rabu (4/12/2019), karena saham Amerika Serikat anjlok di tengah ketidakpastian perdagangan global.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Februari terangkat 15,20 dolar AS atau 1,03 persen, menjadi menetap di 1.484,40 dolar AS per ounce.

Saham-saham Amerika Serikat diperdagangkan melemah tajam karena investor memantau perselisihan perdagangan terbaru antara Amerika Serikat dan mitra dagang utamanya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Indeks Dow Jones Industrial Average pada Selasa (3/12/2019) kehilangan lebih dari 300 poin sebelum penyelesaian transaksi emas. Indeks S&P 500 dan Komposit Nasdaq mengikuti kejatuhan Dow.

Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan bahwa ia akan mengembalikan tarif baja dan aluminium yang diimpor dari Brazil dan Argentina, memicu kekhawatiran luas di dalam negeri dan luar negeri.

Ancaman Washington untuk memukul produk-produk Prancis dengan tarif atas sengketa perpajakan mengenai perusahaan teknologi besar AS juga memicu gejolak di pasar saham.

Ketika ekuitas turun tajam, investor biasanya berbondong-bondong ke aset safe-haven, seperti emas.

Emas juga mendapat dukungan tambahan dari dolar AS yang melemah. Indeks dolar AS, ukuran greenback terhadap sejumlah mata uang utama lainnya, turun secara signifikan pada Selasa (3/12/2019) menjadi sekitar 97,70.

Jika dolar AS melemah, emas yang dihargakan dalam dolar AS biasanya naik karena menjadi lebih murah dan lebih menarik bagi investor yang memegang mata uang lainnya.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Maret naik 28,2 sen atau 1,66 persen, menjadi ditutup pada 17,248 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari naik 11,90 dolar AS atau 1,32 persen, menjadi menetap pada 911,60 dolar AS per ounce. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru