Respons Fed, Mayoritas Saham Asia Dibuka Koreksi

- Pewarta

Kamis, 15 Desember 2022 - 08:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Pergerakan harga saham di Bursa Tokyo/IST.

Foto ilustrasi: Pergerakan harga saham di Bursa Tokyo/IST.

MEDIA EMITEN – Mayoritas saham di kawasan Asia-Pasifik dibuka koreksi ke zona merah pada pembukaan perdagangan Kamis 15 Desember 2022. Pasar merespons kebijakan Federal Reserve AS yang menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin ke level tertinggi dalam 15 tahun.

S&P/ASX 200 turun 0,19%.

Nikkei 225 di Jepang diperdagangkan sedikit lebih rendah karena investor mencerna data perdagangan dari Jepang dan Korea Selatan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kospi Korea Selatan juga turun 0,44%.

Sejumlah data ekonomi juga diharapkan dari China, termasuk hasil industri, penjualan ritel, dan pengangguran karena konferensi kebijakan ekonomi tahunan utama dijadwalkan berlangsung di China. Konferensi Kerja Ekonomi Pusat tahunan tertutup akan berlangsung hingga Jumat, Reuters melaporkan.

Di AS, S&P 500 menghentikan kenaikan beruntun 2 hari setelah keputusan tersebut, dengan rata-rata utama mencapai posisi terendah sesi setelah Ketua Fed Jerome Powell mengisyaratkan lebih banyak data diperlukan sebelum bank sentral mengubah pandangannya tentang inflasi secara signifikan.

Ekspor dan impor Jepang untuk November tumbuh lebih dari yang diharapkan secara tahunan, data resmi menunjukkan.

Ekspor untuk bulan ini naik 20%, mengalahkan ekspektasi 19,8% dalam survei Reuters. Impor naik 30,3%, juga lebih tinggi dari ekspektasi 27% dalam jajak pendapat Reuters. Hal ini menghasilkan defisit perdagangan yang lebih besar dari perkiraan sebesar 2,02 triliun yen ($14,91 miliar) setelah membukukan 2,16 triliun yen ($15,96 miliar) pada bulan sebelumnya.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru