MEDIA EMITEN – Gubernur Federal Reserve (Fed) Jerome Powell mengkonfirmasi bahwa kenaikan suku bunga yang lebih kecil kemungkinan akan terjadi mulai Desember 2022. Fed melihat kemajuan dalam perang melawan inflasi.
Dengan rumah tangga di Amerika bergulat melawan melonjaknya biaya konsumen, Fed telah melakukan pertempuran habis-habisan untuk menjinakkan inflasi yang tidak terlihat sejak 1980-an. Ini dilakukan sambil mencoba untuk menghindari ancaman resesi dunia.
“Waktu untuk memoderasi laju kenaikan suku bunga mungkin datang segera setelah pertemuan Desember,” kata Powell dalam pidatonya pada Rabu waktu AS (Kamis pagi WIB) di Brookings Institution.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia juga memperingatkan bahwa kebijakan kemungkinan harus tetap ketat untuk beberapa waktu untuk memulihkan stabilitas harga. Pasalnya, efek dari langkah Fed belum dirasakan secara penuh.
Bank sentral AS telah menaikkan suku bunga pinjaman sebesar 0,75% atau 75 basis poin (bps) sebanyak empat kali berturut-turut dalam beberapa bulan terakhir, dari enam kenaikan suku bunga tahun ini, sebagai upaya agresif untuk mengendalikan harga-harga.
Wall Street merespons pernyataan Powell. Dow Jones Industrial Average ditutup naik 737 poin atau 2,8%, menghentikan penurunan beruntun tiga sesi. Saham teknologi Nasdaq Composite melonjak 4,41%.







