Persediaan Minyak Mentah AS Menurun, Picu Kenaikan Harga

- Pewarta

Jumat, 20 Desember 2019 - 04:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Eksplorasi minyak mentah/Dok.

Foto ilustrasi: Eksplorasi minyak mentah/Dok.

Mediaemiten.com, Houston – Harga minyak mencapai level tertinggi selama tiga bulan dalam perdagangan tipis pra-Natal pada akhir transaksi Jumat pagi (20/12/2019), didukung oleh berita hari sebelumnya bahwa persediaan minyak mentah AS menurun dan seiring ketegangan perdagangan AS-China terus mereda.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari naik 37 sen menjadi ditutup pada 66,54 dolar per barel, menguat hari keenam berturut-turut. Minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari berakhir naik 29 sen menjadi 61,22 dolar AS per barel.

Volume perdagangan tipis, dengan minyak menuju kenaikan mingguan ketiga berturut-turut. Harga didukung oleh keputusan AS untuk membatalkan rencana mengenakan tarif tambahan pada impor produk China pada 15 Desember dan kesepakatan Fase 1 antara Washington dan China, yang telah meredakan ketegangan perdagangan.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kesepakatan antara dua negara ekonomi terbesar di dunia telah meningkatkan prospek ekonomi global, mengangkat prospek untuk permintaan energi yang lebih tinggi tahun depan dan menopang harga minyak.

“Pasar senang dengan pembatalan tarif (15 Desember) dan gencatan senjata perdagangan, untuk saat ini,” kata Bill Baruch, presiden di Blue Line Futures di Chicago.

Dalam tanda lebih lanjut dari hubungan yang mencair, kementerian keuangan China pada Kamis (19/12/2019) menerbitkan daftar baru enam produk AS yang akan dibebaskan dari tarif mulai 26 Desember.

Namun, jika pejabat AS dan China gagal memberikan rincian konkret tentang upaya mereka untuk mencapai kesepakatan perdagangan, harga minyak dapat kehilangan momentum kenaikannya, kata Gene McGillian, wakil presiden riset pasar di Tradition Energy di Stamford, Connecticut.

“Kecuali jika kita mendapatkan rincian nyata, ketidakpastian tentang apa yang terjadi di front perdagangan akan mulai menambah lebih banyak perlawanan. Kita perlu melihat tanda-tanda bahwa resolusi nyata sudah dekat,” kata McGillian.

Perkembangan lain yang mengangkat harga adalah perjanjian bulan ini antara Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen non-OPEC seperti Rusia untuk memperdalam pengurangan produksi 500.000 barel per hari (bpd) lebih lanjut mulai 1 Januari di atas pengurangan sebelumnya 1,2 juta barel per hari.

Menambah suasana positif, data mingguan dari Badan Informasi Energi AS (EIA) menunjukkan persediaan minyak mentah AS turun 1,1 juta barel dalam sepekan hingga13 Desember, sementara stok bensin dan sulingan naik.

Sementara itu, berita tentang pemakzulan Presiden Donald Trump oleh DPR AS gagal menggerakkan pasar minyak. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB