Pelemahan IHSG Masih Dipengaruhi Sentimen Global

- Pewarta

Jumat, 5 Oktober 2018 - 04:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat (5/10/2018) dibuka melemah masih dipengaruhi sentimen global.

IHSG dibuka melemah 18,02 poin atau 0,31 persen menjadi 5.738,59. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 bergerak turun 4,48 poin atau 0,50 persen menjadi 899,85.

“Pasar saham Indonesia masih dipengaruhi oleh sentimen yang timbul dari global,” kata Kepala Riset Valbury Sekuritas, Alfiansyah di Jakarta, Jumat (5/10/2018).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sentimen global yang mempengaruhi, lanjut dia, secara beruntun mulai dari konflik perang dagang Amerika Serikat-Tiongkok, pelemahan mata uang Turki hingga kenaikan harga minyak dunia telah mempengaruhi pasar saham domestik dan nilai tukar rupiah.

“Pelemahan nilai tukar rupiah menambah beban bagi IHSG untuk bisa bertahan di area positif,” katanya.

Namun, ia mengatakan, dalam mengatasi pelemahan rupiah, pemerintah sudah melakukan berbagai langkah-langkah kebijakan diantaranya melakukan pembatasan impor. Di sektor energi, kebijakan penggunaan B-20 diharapkan dapat mengurangi impor.

Pengamat pasar modal, Aria Santoso menambahkan investor juga sedang mengantisipasi kinerja emiten untuk kuartal ketiga di tengah pergerakan rupiah yang bergejolak akibat sentimen global.

“Apresiasi dolar AS secara global berdampak negatif pada mata uang rupiah, dikhawatirkan dapat mempengaruhi kinerja emiten,” katanya.

Bursa regional, di antaranya indeks Nikkei melemah 153,93 poin (0,64 persen) ke 23.821,69, indeks Hang Seng melemah 109,67 poin (0,41 persen) ke 26.514,19, dan indeks Strait Times melemah 6,98 poin (1,22 persen) ke posisi 3.224,61. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB