MEDIA EMITEN –Indeks saham di kawasan Asia Pasifik dibuka variatif pada pembukaan perdagangan Selasa 26 Juli 2022. Pelaku pasar mewaspadai langkah Bank Sentral AS (The Fed) yang mengadakan pertemuan pada 26-27 Juli 2022 untuk keputusan menaikkan suku bunga acuan guna memerangi inflasi.
Nikkei 225 Jepang turun 0,35% dan indeks Topix turun tipis 0,16%.
Di Australia, S&P/ASX 200 naik 0,17%.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kospi di Korea Selatan turun 0,22%, sedangkan Kosdaq turun 0,31%.
Ekonomi Korea Selatan tumbuh 0,7% pada kuartal kedua dibandingkan dengan kuartal pertama tahun 2022, menurut perkiraan yang dirilis oleh Bank of Korea. Angka tersebut lebih baik dibandingkan perkiraan analis sebesar 0,4%.
Bank of Japan merilis risalah untuk pertemuan Juni pada hari Selasa, setelah mempertahankan suku bunga pada level yang sangat rendah minggu lalu. Anggota dewan kebijakan BOJ mengatakan ekonomi sedang menuju pemulihan dari dampak Covid, tetapi masih membutuhkan dukungan kuat di sisi keuangan karena tekanan dari kenaikan harga komoditas.
“Mereka juga sepakat bahwa perlu memperhatikan perkembangan di pasar keuangan dan valuta asing dan dampaknya terhadap aktivitas ekonomi dan harga Jepang,” kata risalah tersebut.
Yen Jepang telah melemah karena kebijakan moneter negara itu menyimpang dari Fed dan sebagian besar negara maju. Yen Jepang diperdagangkan pada 136,49 per dolar, lebih kuat dari level minggu lalu.
Semalam di AS, tiga indeks saham di Wall Street juga ditutup beragam. S&P 500 naik 0,1% menjadi 3.966,84. Dow Jones Industrial Average naik 90,75 poin, atau 0,3%, menjadi 31.990,04. Nasdaq Composite yang berteknologi tinggi turun 0,4% menjadi 11.782,67.
Di pasar Asia, indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 106,439, turun dari tertinggi bulan ini. Dolar Australia berada di $0,6951.







