Nevi Zuairina Minta Pemerintah Perkuat Industri Hulu Obat

- Pewarta

Rabu, 22 Juli 2020 - 10:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Anggota Komisi VI DPR RI Nevi Zuairina menyatakan ketahanan energi, pangan dan obat saat ini menjadi strategis untuk segera disegerakan karena berkejaran dengan waktu. Dimana, bila salah strategi akan menimbulkan dampak berantai mulai dari krisis ekonomi, krisis politik hingga krisis kemanusiaan. 

Hal itu disampaikan Nevi usai mengikuti pertemuan Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi VI DPR RI dengan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), Direksi PT. Perkebunan Nusantara III, Direksi PT. RNI dan Direksi Perum Bulog, di Bandung, Jawa Barat, Senin (20/7/2020).

“NKRI harus berkejaran dengan waktu untuk ketahanan energi pangan dan obat. Dimana, sekarang Indonesia masih impor bahan baku obat 90-95 persen. Bangladesh saja yang negara kecil dengan jumlah penduduk juga relatif kecil dibanding Indonesia, telah memiliki 21 pabrik Bahan Baku Obat (BBO)”, ujar Nevi.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Politisi F-PKS ini menjelaskan, dengan memperkuat industri hulu di bidang obat-obatan, Indonesia diharapkan mampu menurunkan impor bahan baku obat-obatan. Nevi menegaskan, disisi lain Kementerian Perindustrian mestinya memberikan kontribusi dalam mewujudkan pabrik-pabrik baru bahan baku obat sebagai bukti keberpihakan Pemerintah kepada negara pada bidang kesehatan.

Legislator daerah pemilihan (dapil) Sumatera Barat II ini kembali menegaskan, jangan sampai Indonesia kalah dengan negara luar pada persoalan obat. Nevi mengungkapkan, vaksin Covid-19 ‘Sinovac’ dari China telah tiba di Indonesia untuk uji klinis ke-3. Uji klinis 1 dan 2 telah dilakukan di negara China. Yang diharapkan seluruh pihak berharap dapat menghasilkan vaksin dengan cepat.

“Bila negara kita mampu menyediakan bahan baku vaksin ini yang bila tidak ada halangan awal Januari 2021 akan diproduksi besar besaran untuk masyarakat Indonesia, kita tidak perlu impor. Sehingga, pandemi Covid-19 ini cepat berlalu dan secara ekonomi negara kita tetap bertahan”, tutup Nevi.

Sebelumnya, pada pertemuan itu, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga menyampaikan vaksin Covid-19 dari Sinovac Biotech asal China telah masuk ke Indonesia dan saat ini sedang menjalani uji klinis di Bio Farma. “Vaksin dari Sinovac sudah sampai di Indonesia, sekarang dalam proses uji klinis tahap 3 di Bio Farma. Ditargetkan usai uji klinis fase 3 selesai, dapat diproduksi kuartal I 2021,” terangnya. (dpr)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru