Minyak Turun di Tengah Kenaikan Stok AS dan Perkiraan Surplus OPEC

- Pewarta

Jumat, 15 November 2019 - 03:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Pipa angguk untuk eksplorasi minyak/Dok.

Foto ilustrasi: Pipa angguk untuk eksplorasi minyak/Dok.

Mediaemiten.com, New York – Harga minyak turun pada akhir perdagangan Jumat pagi (15/11/2019), karena minyak mentah berjangka AS tertekan oleh peningkatan persediaan domestik dan rekor produksi, sementara perkiraan dari OPEC untuk surplus minyak yang lebih rendah dari perkiraan menahan Brent dari penurunan lebih jauh.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Januari turun tipis 0,09 dolar AS menjadi ditutup pada 62,28 dolar per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Desember turun 0,35 dolar AS menjadi menetap di 56,77 dolar per barel.

Stok minyak mentah AS meningkat pekan lalu sebesar 2,2 juta barel, dibandingkan dengan ekspektasi para analis dalam jajak pendapat Reuters untuk kenaikan 1,649 juta barel, karena produksi mencapai rekor tertinggi, kata Badan Informasi Energi (EIA).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ini benar-benar tentang laporan persediaan hari ini,” kata Phil Flynn, seorang analis di Price Futures Group di Chicago. “Peningkatan pasokan minyak mentah sedikit mengecewakan.”

Produksi minyak mentah naik 200.000 barel per hari (bph) ke rekor mingguan 12,8 juta barel per hari, EIA mengatakan dalam laporan mingguannya yang tertunda sehari oleh hari libur Hari Veteran AS.

“Kami mungkin terlalu banyak memproduksi dan membiarkannya tetap berada di tangki penyimpanan,” kata Ryan Kaup, pialang komoditas di CHS Hedging.

Pasar sebelumnya naik sekitar satu persen setelah OPEC menunjuk surplus yang lebih kecil di pasar minyak tahun depan meskipun masih memperkirakan permintaan minyak mentahnya turun karena saingan memompa lebih banyak minyak.

Sekretaris Jenderal OPEC Mohammad Barkindo juga mengatakan pada Rabu (13/11/2019) bahwa kemungkinan akan ada revisi pasokan untuk 2020, terutama dari serpih AS.

Barkindo mengatakan masih terlalu dini untuk mengatakan apakah pengurangan produksi lebih lanjut diperlukan.

Penurunan permintaan dapat menekan kelompok eksportir dan mitra seperti Rusia untuk mempertahankan pembatasan pasokan pada pertemuan 5-6 Desember.

“Hitungan mundur ke pertemuan negara-negara OPEC telah dimulai, dan pertanyaannya apakah kelompok itu dan sekutunya akan memangkas pasokan lebih lanjut,” kata Norbert Rucker, kepala ekonomi di bank Swiss, Julius Baer.

“Kondisi pasar saat ini sedang menguji kesabaran dan kohesi negara-negara petro … Setiap perubahan besar dalam kebijakan akan mengejutkan.”

Harga juga dibatasi oleh tanda-tanda beragam untuk permintaan minyak di China, importir minyak mentah terbesar di dunia. Produksi industri China naik lebih lambat dari yang diharapkan pada Oktober, tetapi throughput (jumlah minyak mentah yang melewati sistem atau proses) kilang minyak mencapai level tertinggi kedua pada catatan. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB