Menkeu Sebut Psikologis Pasar Pengaruhi Arus Modal Masuk

- Pewarta

Jumat, 14 September 2018 - 03:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan psikologis pelaku pasar akibat gejolak ekonomi global mempengaruhi arus modal masuk atau “capital inflow” ke Indonesia.

Ia menyebutkan, faktor-faktor global seperti kenaikan suku bunga oleh Bank Sentral AS The Federal Reserve, perang dagang, serta krisis ekonomi di sejumlah negara berkembang memengaruhi arus modal masuk ke dalam negeri.

“Terutama yang berkaitan dengan arus modal portfolio, ini komponen yang penting terhadap SBN. Kepemilikan SBN oleh asing non residen 39 persen,” ujar Sri Mulyani saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI di Jakarta, Kamis (13/9/2018).

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu, menyikapi hal tersebut pemerintah harus mengantisipasi tidak hanya soal jumlah suplai dan permintaan dolar AS, tapi juga aspek psikologis yang juga bisa mengganggu kinerja keuangan negara.

“Oleh karena itu, pemerintah bersama BI dan OJK mengoptimalisasi bauran kebiijakan, agar supply and demand bisa tetap diseimbangan, overshoot Rupiah karena psikologis juga bisa kita kurangi,” kata Sri Mulyani.

Pada triwulan I 2018, arus modal masuk ke Indonesia mencapai 2,39 miliar dolar AS. Sedangkan pada triwulan II-2018 arus modal masuk mencapai 4,01 miliar dolar AS.

Dibandingkan dengan triwulan yang sama tahun sebelumnya capaian tersebut menurun. Arus modal masuk pada triwulan I-2017 mencapai 6,79 miliar dolar AS dan pada triwulan II-2017 5,34 miliar dolar AS.

Untuk nilai tukar Rupiah sendiri, kendati saat ini berada di level Rp14.800-an per dolar AS, namun secara rata-rata dari awal Januari 2018, Rupiah baru mencapai Rp13.977 per dolar AS (angka per 7 September 2018).

Untuk 2019, pemerintah mengasumsikan Rupiah akan berada di level Rp14.400 per dolar AS, di dalam proyeksi Bank Indonesia di kisaran Rp14.300-Rp14.700 per dolar AS.

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara mengatakan, proyeksi nilai tukar Rupiah terhadap dolar AS pada 2019 tersebut didasarkan pada situasi pasar keuangan yang diprediksi lebih terkontrol pada tahun depan.

“Kami perkirakan situasi pasar keuangan pada 2019 lebih `controllable`, sehingga kami memberikan proyeksi APBN Rp14.300 sampai Rp14.700,” ujar Mirza. (cit)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru

Pers Rilis

Sundown Markette 2026 Hidupkan Atmosfer Ramadan di Kawasan GBK

Jumat, 13 Mar 2026 - 19:25 WIB