MEDIA EMITEN – PT United Tractors Tbk (UNTR) mencatatkan laba bersih Rp 10,4 triliun pada semester I-2022, meroket 129,3% dibandingkan periode sama tahun lalu Rp 4,5 triliun. Ini seiring kenaikan pendapatan bersih secara konsolidasi sebesar 62% menjadi Rp 60,4 triliun.
Pendapatan UNTR semester I-2022 paling besar dikontribusi dari unit usaha mesin konstruksi, kontraktor penambangan, pertambangan batu bara, masing-masing 29%, 33%, dan 31% terhadap total pendapatan.
Dari unit usaha mesin konstruksi, perseroan mencatatkan volume penjualan alat berat Komatsu sebanyak 2.873 unit pada semester I-2022, naik 111% (yoy) dari 1.361 unit.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dari total keseluruhan penjualan alat berat, sebanyak 61% diserap sektor pertambangan, 18% sektor konstruksi, 12% sektor kehutanan, sisanya 9% ke sektor perkebunan,” jelas manajemen United Tractors, yang dikutip dari keterbukaan informasi, Kamis 28 Juli 2022.
Masih di unit usaha yang sama, pendapatan perseroan dari penjualan suku cadang dan jasa pemeliharaan alat berat naik hingga tengah tahun ini, naik 36% menjadi Rp 4,8 triliun. Sedangkan penjualan produk merek lainnya yaitu UD Trucks turun dari 289 unit menjadi 258 unit, serta penjualan produk Scania turun dari 346 unit menjadi 111 unit.
Manajemen menjelaskan, penurunan penjualan pada kedua merek tersebut disebabkan kendala pasokan produk. Secara keseluruhan, pendapatan unit usaha mesin konstruksi pada semester I-2022 sebesar Rp 17,4 triliun, meningkat 86% (yoy) dari Rp 9,4 triliun.
Pada unit usaha kontraktor penambangan, yang dijalankan PT Pamapersada Nusantara (PAMA), UNTR membukukan pendapatan Rp 20 triliun pada semester pertama tahun ini, naik 29% dibandingkan periode sama tahun lalu.
PAMA mencatatkan penurunan volume produksi batu bara sebesar 13% dari 58 juta ton menjadi 50 juta ton. Sedangkan volume pekerjaan pemindahan tanah (overburden removal) naik 7% dari 410 juta bank cubic meter (bcm) menjadi 437 juta bcm, dengan rata-rata strip ratio 8,7 kali meningkat dari 7,1 kali.
Pada unit usaha pertambangan batu bara, UNTR memperoleh penjualan 5,8 juta ton per 30 Juni 2022, termasuk 1,3 juta ton batu bara kokas. Pendapatan dari PT Tuah Turangga Agung (TTA) ini turun 8% (yoy) dari 6,3 juta ton karena ada larangan ekspor sementara pada Januari 2022.
“Namun demikian, karena meningkatnya rata-rata harga jual batu bara, pendapatan unit usaha pertambangan batu bara meningkat 149% dibandingkan periode sama tahun 2021 menjadi Rp 18,7 triliun,” katanya.
Sementara itu, unit usaha pertambangan emas UNTR periode Januari-Juni 2022 menorehkan penjualan 144 ribu ons dari tambang emas Martabe yang dioperasikan PT Agincourt Resources (PTAR). Perolehan tambang emas di Tapanuli Selatan, Sumatera Utara tersebut turun 18% dari periode sama tahun 2021 sebesar 176 ribu ons.
Baca Juga:
Creality Rayakan 12 Tahun Inovasi dengan KliTek™ dan Ekspansi Ekosistem Berbasis AI
EngineAI Resmikan Pabrik Cerdas di Shenzhen, Robot Humanoid T800 Mulai Dikirim secara Massal
“Pendapatan bersih unit usaha pertambangan emas sampai dengan bulan Juni 2022 turun sebesar 10% menjadi Rp 3,9 triliun,” tulis manajemen UNTR.








