MEDIA EMITEN – PT Bukit Asam Tbk (PTBA), anggota dari Holding BUMN Pertambangan MIND ID mencatatkan laba bersih Rp10 triliun pada kuartal III- 2022, melonjak 110% dibanding periode serupa pada tahun lalu (year on year/YoY).
Direktur Utama PT Bukit Asam Asral Ismail mengatakan pencapaian laba bersih ini didukung dengan pendapatan sebesar Rp 31,1 triliun, meningkat 60% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Peningkatan laba ini juga dipengaruhi kenaikan harga jual batu bara di pasar global, yang mana harga jual rata-rata Rp1,3 juta per ton pada kuartal III/2022, atau jika dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu terjadi kenaikan 143 persen,” kata Asral di Jakarta Kamis 27 Oktober 2022.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Menurut dia, perusahaan terus melakukan kegiatan operasional secara ekselen sehingga produksi dapat dioptimalkan dan ditingkatkan mengikuti perkembangan pasar.
PTBA juga melakukan modifikasi dalam beragam kegiatan produksi sehingga jika terjadi fluktuasi dari harga batu bara maka sudah siap untuk menghadapinya.
Sementara itu, total aset perusahaan per 30 September 2022 sebesar Rp 41,2 triliun atau meningkat 28% dibanding kuartal III 2021 yang sebesar Rp 32,2 triliun.
Kenaikan kinerja ini didorong oleh pemulihan ekonomi global maupun nasional yang meningkatkan permintaan batu bara, serta kenaikan harga batu bara yang signifikan.
Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Harga Batu Bara Acuan (HBA) meningkat sekitar 101% dari US$ 158,50 per ton pada Januari 2022 menjadi US$ 319,22 per ton pada September 2022.
Pada kuartal III 2022, total produksi batu bara PTBA mencapai 27,7 juta ton, meningkat 21% dibanding kuartal III 2021 yang sebesar 22,9 juta ton.
Sedangkan penjualan batu bara PTBA sampai dengan kuartal III 2022 sebanyak 23,5 juta ton, tumbuh 12% secara tahunan.
Porsi penjualan ekspor PTBA terus meningkat dari 33% pada Kuartal I 2022, 38 persen di kuartal II 2022, dan mencapai 44% pada kuartal III 2022.
Peningkatan porsi ekspor pada kuartal II dan III tersebut menyebabkan porsi ekspor sampai dengan kuartal III 2022 tercatat sebesar 38% dari seluruh penjualan.
Sementara itu, realisasi Domestic Market Obligation (DMO) hingga kuartal III 2022 tercatat sebesar 14,4 juta ton atau 159% dari target tahunan.








