MEDIA EMITEN – PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatatkan laba bersih sebesar Rp 6,2 triliun atau melesat naik 246% (yoy) jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu senilai Rp1,8 triliun.
“Tahun lalu hanya Rp 1,8 triliun, sedangkan tahun ini Rp 6,2 triliun,” kata Direktur Utama PTBA, Arsal Ismai,l dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat 26 Agustus 2022.
Ia menjelaskan, kenaikan laba bersih perseroan didukung dengan pendapatan sebesar Rp 18,4 triliun, meningkat 79% dibanding periode yang sama tahun lalu. Total aset perusahaan juga naik, tercatat sebesar Rp 35,9 triliun, sedangkan per 31 Desember 2021 sebesar Rp 36,1 triliun.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kenaikan kinerja tersebut didorong oleh pemulihan ekonomi global maupun nasional yang meningkatkan permintaan batu bara, serta kenaikan harga batu bara yang signifikan.
Bukit Asam menerapkan efisiensi berkelanjutan secara optimal dengan mendepankan cost leadership di setiap lini perusahaan.
Pada paruh pertama tahun ini, Bukit Asam memproduksi 15,9 juta ton batu bara atau meningkat 20% dibandingkan paruh pertama tahun lalu yang tercatat hanya sebesar 13,3 juta ton. Angka penjualan batu bara perseroan tercatat mencapai 14,6 juta ton atau tumbuh 13% secara tahunan.
Arsal mengatakan Bukit Asam komitmen terus memberikan kontribusi yang optimal kepada negara mengingat kondisi keuangan perseroan masih sangat sehat.
Baca Juga:







