Kritik AS, China Komentari Demonstrasi George Floyd

- Pewarta

Senin, 1 Juni 2020 - 05:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Media pemerintah China, Global Times menyoroti kesuruhan dibeberapa kota di beberapa negara bagian Amerikat Serikat, buntut protes terkait kematian George Floyd yang berakhir ricuh. Mereka membandingkan kerusuhan di Amerika dengan gerakan pro-demokrasi di Hong Kong yang terjadi beberapa waktu lalu.

Beijing telah lama geram atas kritikan negara-negara barat, terutama AS atas penanganan protes pro-demokrasi yang mengguncang Hong Kong tahun lalu.

Juru Bicara pemerintah dan media resmi China kemudian melancarkan serangan balasan berupa kritik tajam terkait penanganan pemerintah AS atas demonstrasi akibat kekerasan rasial dan kebrutalan polisi yang mengakibatkan George Floyd, warga kulit hitam meninggal dunia.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ketua DPR AS Nancy Pelosi pernah menyebut protes kekerasan di Hong Kong ‘pemandangan yang indah untuk dilihat’…Politisi AS sekarang dapat menikmati pemandangan ini dari jendela mereka sendiri,” tulis pemimpin redaksi tabloid nasionalis Global Times, Hu Xijin seperti dikutip dari AFP.

“Seolah-olah para perusuh radikal di Hong Kong entah bagaimana menyelinap ke AS dan menciptakan kekacauan seperti yang mereka lakukan tahun lalu,” tambahnya.

Kritikan juga datang dari, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri china Hua Chunying. Dalam cuitannya, Hua menulis ‘I Can’t Breathe’ disertai tangkapan layar cuitan Juru Bicara Departemen Luar Negeri AS Morgan Ortagus yang mengkritik pemerintah China atas kebijakan terkait Hong Kong.

AS sebelumnya memang kerap mengkritik kebijakan China terkait penanganan kerusuhan di Hong Kong beberapa waktu lalu akibat protes yang dilancarkan aktivis pro-demokrasi. Namun China berkeras bahwa ‘pasukan asing’ yang harus disalahkan atas kekacauan ketika aksi demonstrasi di Hong Kong sejak Juni tahun lalu bergulir ataupun terkait insiden bentrok dengan pihak kepolisian.

Menyusul pengumuman Presiden AS Donald Trump terkait rencana penanggalan hak istimewa Hong Kong, sebuah komentar mengemuka dari China Daily, salah satu corong Partai Komunis China yang menyatakan politisi AS bermimpi ‘menumbalkan’ China.

“Lebih baik menyerah atas mimpi itu dan kembali ke kenyataan,” kata respons tersebut.

“Kekerasan menyebar di AS … Politisi AS harus melakukan pekerjaan mereka dan menyelesaikan masalah di AS, alih-alih mencoba menciptakan masalah baru di negara lain,” lanjut pernyataan itu.

Pada Senin (25/5/2020), Floyd meninggal saat dalam penahanan polisi. Sebelum tewas Floyd sempat mendapat perlakuan buruk dari seorang petugas polisi, Derek Chauvin, yang menekan lehernya di aspal dengan menggunakan lutut hingga menyebabkan dia pingsan pada saat proses penangkapan.

Karena hal ini banyak dukungan terhadap kasus yang menimpa Flyod. Bahkan di AS dalam beberapa hari trakhir terjadi demontrasi tentang diskriminasi yang dilakukan oleh kepolisian.

Akibat demontrasi tersebut, 25 kota dari 16 negara bagian AS mulai memberlakukan jam malam. (rri)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru