Khawatir Kemajuan Pembicaraan Perdagangan AS-China, Minyak Turun

- Pewarta

Senin, 11 November 2019 - 03:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Seoul – Harga minyak turun di perdagangan Asia pada Senin pagi (11/11/2019), di tengah kehati-hatian baru atas prospek kesepakatan perdagangan antara Amerika Serikat dan China, dengan investor mengabaikan pernyataan akhir pekan oleh Presiden AS Donald Trump bahwa pembicaraan berjalan dengan baik.

Minyak mentah berjangka Brent turun 39 sen,atau 0,6 persen menjadi diperdagangkan di 62,12 dolar As per barel pada pukul 01.17 GMT (08.17 WIB). Kontrak Brent naik 1,3 persen pada minggu lalu.

Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan 35 sen atau 0,6 persen lebih rendah pada 56,89 dolar AS per barel, setelah naik 1,9 persen minggu lalu.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Trump mengatakan pada Sabtu (9/11) bahwa pembicaraan perdagangan dengan China berjalan dengan “sangat baik,” tetapi Amerika Serikat hanya akan membuat kesepakatan dengan Beijing jika itu adalah yang tepat untuk Amerika.

Perang dagang 16 bulan antara dua ekonomi terbesar dunia telah memperlambat pertumbuhan ekonomi di seluruh dunia dan mendorong para analis untuk menurunkan perkiraan permintaan minyak, meningkatkan kekhawatiran bahwa kelebihan pasokan dapat berkembang pada 2020.

Trump juga mengatakan bahwa ada pelaporan yang salah tentang kesediaan AS untuk menaikkan tarif sebagai bagian dari perjanjian “fase satu”, berita yang telah mendorong pasar.

Setiap kesepakatan tentang penurunan tarif “akan meningkatkan sentimen risiko tetapi tidak serta merta menyediakan perangsang ekonomi langsung,” kata Stephen Innes, kepala strategi pasar Asia di AxiTrader.

Menggarisbawahi dampak perang dagang, data selama akhir pekan menunjukkan bahwa harga produsen China turun paling tinggi dalam dalam lebih dari tiga tahun pada Oktober, karena sektor manufaktur melemah, terkena perselisihan dan permintaan menurun.

Di Amerika Serikat, perusahaan-perusahaan energi pekan lalu mengurangi jumlah rig minyak yang beroperasi selama tiga minggu berturut-turut. Pengebor memotong tujuh rig dalam seminggu hingga 8 November, sehingga jumlah totalnya turun menjadi 684 rig, terendah sejak April 2017, kata Baker Hughes. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru