Kekhawatiran Tentang China Tekan Saham Wall Street Berakhir Turun

- Pewarta

Selasa, 15 Januari 2019 - 02:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, New York – Saham-saham di Wall Street turun pada akhir perdagangan Selasa pagi (15/1/2019), karena penurunan ekspor China yang tak terduga meningkatkan kembali kekhawatiran perlambatan ekonomi global dan memicu kehati-hatian di kalangan investor ketika musim laporan laba perusahaan dimulai.

Data menunjukkan bahwa ekspor China secara tak terduga mencatat penurunan paling besar dalam dua tahun pada Desember dan impor juga mengalami kontraksi. Penurunan itu menunjuk pelemahan lebih lanjut di ekonomi terbesar kedua di dunia dan permintaan global yang goyah.

Pembuat chip, yang mendapatkan porsi cukup besar dari pendapatan mereka dari China, terpukul, dengan Philadelphia SE Semiconductor Index turun 1,6 persen. Penurunan sektor teknologi 0,9 persen adalah penyeret terbesar pada S&P 500.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Reuters, indeks Dow Jones Industrial Average turun 86,11 poin atau 0,36 persen, menjadi ditutup di 23.909,84 poin. Indeks S&P 500 turun 13,65 poin atau 0,53 persen, menjadi berakhir di 2.582,61 poin. Indeks Komposit Nasdaq berkurang 65,56 poin atau 0,94 persen, menjadi ditutup di 6.905,92 poin.

Seiring dengan meningkatnya kekhawatiran terhadap pertumbuhan global, ekspektasi yang tinggi untuk pertumbuhan perusahaan-perusahaan AS pun berkurang. Analis sekarang memperkirakan bahwa pendapatan S&P 500 akan tumbuh 14,3 persen tahun ke tahun untuk kuartal keempat, sedangkan pada Oktober mereka memperkirakan lonjakan 20,1 persen, menurut data IBES dari Refinitiv.

“Ini akan menjadi sesuatu yang besar untuk melihat apakah perlambatan China itu nyata, atau apakah itu adalah alasan bagi beberapa perusahaan untuk tidak mencapai pertumbuhan tinggi yang terlihat pada kuartal terakhir,” kata Craig Birk, kepala investasi di Personal Capital di San Francisco. “Jika segalanya benar-benar melambat, Anda akan mulai melihat itu muncul dalam pendapatan kuartal ini.”

Apple Inc telah menunjukkan pelambatan permintaan di China ketika memangkas perkiraan pendapatannya pada 2 Januari.

Namun, musim laporan laba dimulai dengan catatan positif ketika Citigroup Inc mengalahkan estimasi labanya. Saham bank ini naik 4,0 persen dan mendukung sektor keuangan S&P yang naik 0,7 persen.

JPMorgan Chase & Co dan Wells Fargo & Co (WFC.N) akan melaporkan laba mereka pada Selasa waktu setempat.

Menambah suasana suram pada Senin (14/1), penutupan sebagian pemerintahan AS memasuki hari ke-24, menjadikannya penutupan paling lama dari badan-badan federal dalam sejarah AS.

Saham PG&E Corp anjlok 52,4 persen setelah perusahaan listrik AS mengatakan sedang bersiap untuk mengajukan kebangkrutan Bab 11 untuk semua bisnisnya.

Meskipun pada Senin (14/1) turun, S&P 500 telah naik hampir 10 persen dari level terendahnya di Malam Natal, karena optimisme atas pembicaraan perdagangan AS dan China serta harapan bahwa The Fed akan memperlambat laju kenaikan suku bunga telah mendorong reli saham baru-baru ini.

Jumlah saham yang menurun melebihi yang naik di NYSE dengan rasio 1,76 banding 1; di Nasdaq dengan rasio 2,18 banding 1.

S&P 500 tidak membukukan tertinggi baru 52-minggu dan mencatat satu terendah baru; Komposit Nasdaq mencatat 18 tertinggi baru dan 15 terendah baru.

Volume transaksi mencapai 6,8 miliar saham, dibandingkan dengan rata-rata 8,83 miliar selama 20 hari perdagangan terakhir. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru