MEDIA EMITEN – Tiga indeks saham di Bursa Wall Street Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Pasar mencermati penanganan krisis bank di AS dan arah kebijakan Federal Reserve jelang pertemuan pada Rabu besok.
Investor tetap mempertimbangkan kemungkinan jeda kenaikan suku bunga dari Federal Reserve (The Fed) pada minggu ini.
Dow Jones Industrial Average naik 380,95 poin atau 1,20% menjadi 32.242,93, S&P 500 naik 34,19 poin, atau 0,87%, berakhir pada 3.950,83 poin. Sedangkan Nasdaq Composite naik 45,09 poin, atau 0,39%, menjadi 11.675,60.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jelang pertemuan The Fed pada 22 Maret mendatang, pelaku pasar dinilai cukup percaya diri menghadapi ekspektasi kenaikan suku bunga. Indeks S&P Banking (.SPXBK) dan indeks KBW Regional Banking (.KRX) dilaporkan menguat menyusul penurunan tajam minggu lalu. Runtuhnya Silicon Valley Bank dan Signature Bank mengguncang pasar awal bulan ini.
“Dalam aksi harga hari ini, Anda melihat pasar didominasi bank-bank itu, jadi tidak menyebar. Selain itu, kami melihat adanya risiko di pasar,” kata Quincy Krosby, kepala strategi global di LPL Financial di Charlotte, North. Karolina.
Di antara bank-bank regional lainnya, PacWest Bancorp (PACW.O) menguat setelah bank mengatakan arus keluar simpanan telah stabil. Sementara New York Community Bancorp (NYCB.N) juga menguat setelah unit bank setuju untuk mengambil simpanan dan pinjaman dari Signature Bank.
Pengambilalihan Credit Suisse membantu pasar, namun saham yang terdaftar di AS tersebut justru melemah sementara saham Grup UBS naik.
Baca Juga:
ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”
Hisense Berkolaborasi dengan “Phantom Blade Zero”, Hadirkan Pengalaman Gim RGB Generasi Baru
Hikvision Umumkan Kinerja Keuangan Periode 2025 dan Triwulan I-2026
First Republic Bank (FRC.N) juga melemah menyusul penurunan peringkat oleh S&P Global. Perdagangan saham bank sempat dihentikan beberapa kali karena volatilitas.
Sementara itu, saham Amazon.com (AMZN.O) turun menyusul rencana perusahaan untuk memangkas 9.000 karyawannya lagi.






