Jelang FOMC, Wall Street Ditutup Menguat

- Pewarta

Selasa, 21 Maret 2023 - 07:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Pasar saham Wall Street. AS/Dok

Foto ilustrasi: Pasar saham Wall Street. AS/Dok

MEDIA EMITEN – Tiga indeks saham di Bursa Wall Street Wall Street ditutup menguat pada perdagangan Senin (Selasa pagi WIB). Pasar mencermati penanganan krisis bank di AS dan arah kebijakan Federal Reserve jelang pertemuan pada Rabu besok.

Investor tetap mempertimbangkan kemungkinan jeda kenaikan suku bunga dari Federal Reserve (The Fed) pada minggu ini.

Dow Jones Industrial Average naik 380,95 poin atau 1,20% menjadi 32.242,93, S&P 500 naik 34,19 poin, atau 0,87%, berakhir pada 3.950,83 poin. Sedangkan Nasdaq Composite naik 45,09 poin, atau 0,39%, menjadi 11.675,60.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Jelang pertemuan The Fed pada 22 Maret mendatang, pelaku pasar dinilai cukup percaya diri menghadapi ekspektasi kenaikan suku bunga. Indeks S&P Banking (.SPXBK) dan indeks KBW Regional Banking (.KRX) dilaporkan menguat menyusul penurunan tajam minggu lalu. Runtuhnya Silicon Valley Bank dan Signature Bank mengguncang pasar awal bulan ini.

“Dalam aksi harga hari ini, Anda melihat pasar didominasi bank-bank itu, jadi tidak menyebar. Selain itu, kami melihat adanya risiko di pasar,” kata Quincy Krosby, kepala strategi global di LPL Financial di Charlotte, North. Karolina.

Di antara bank-bank regional lainnya, PacWest Bancorp (PACW.O) menguat setelah bank mengatakan arus keluar simpanan telah stabil. Sementara New York Community Bancorp (NYCB.N) juga menguat setelah unit bank setuju untuk mengambil simpanan dan pinjaman dari Signature Bank.

Pengambilalihan Credit Suisse membantu pasar, namun saham yang terdaftar di AS tersebut justru melemah sementara saham Grup UBS naik.

First Republic Bank (FRC.N) juga melemah menyusul penurunan peringkat oleh S&P Global. Perdagangan saham bank sempat dihentikan beberapa kali karena volatilitas.

Sementara itu, saham Amazon.com (AMZN.O) turun menyusul rencana perusahaan untuk memangkas 9.000 karyawannya lagi.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB