MEDIA EMITEN – Pemerintah Indonesia mengirimkan bantuan kemanusiaan tahap satu untuk membantu korban terdampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,8 yang mengguncang bagian selatan Turki.
Paket bantuan berupa satu kontainer bahan makanan itu akan diserahkan oleh Duta Besar RI untuk Turki Lalu Muhammad Iqbal bersama tim KBRI Ankara yang sedang dalam perjalanan menuju Gaziantep, sekitar enam jam perjalanan darat dari Ankara.
“Saat ini saya bersama tim KBRI sedang bergerak menuju Gaziantep untuk memberikan bantuan kemanusiaan berupa satu kontainer bahan makanan dari pemerintah Indonesia untuk diserahkan kepada Bulan Sabit Merah Turki (organisasi kemanusiaan Turki),” ungkap Dubes Iqbal dalam konferensi pers virtual di Jakarta, Selasa 7 Februari.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Iqbal menyebut bahan makanan yang dikirim adalah makanan-makanan instan disertai dengan kompor gas portable beserta tabung gas.
Selain makanan, tim KBRI Ankara juga telah menyiapkan sekitar 300 selimut untuk para WNI yang memilih tetap tinggal di rumah penampungan.
“Sebanyak 300 selimut ini nanti akan dibagikan langsung ke WNI yang membutuhkan karena tidak semua WNI dievakuasi, ada WNI yang memilih tetap tinggal, tetapi kami akan memberikan bantuan logistik termasuk selimut untuk mereka,” ucap dia.
Korban jiwa akibat gempa dahsyat yang mengguncang Turki-Suriah terus bertambah. Dilaporkan, jumlah korban tewas mencapai 4.940 yang telah dikonfirmasi di Turki dan Suriah setelah gempa dahsyat mengguncang pada Senin (6/2/2023) pagi.
Sejauh ini, 11.000 bangunan dilaporkan rusak di Turki, katanya. Hampir 25.000 relawan tanggap darurat bekerja di lokasi yang terkena dampak, tambahnya.
Tim penyelamat menggunakan setidaknya 10 kapal dan 54 pesawat untuk mengangkut yang terluka dan membantu operasi pencarian, katanya.
Di Suriah, jumlah korban tewas telah meningkat menjadi 1.559 di seluruh wilayah yang dikuasai pemerintah dan oposisi, kata para pejabat.
Setidaknya 3.648 orang juga dilaporkan terluka di Suriah, menurut pejabat.







