Harga Minyak Stabil Menyusul Komentar Trump soal Perdagangan AS-China

- Pewarta

Rabu, 4 Desember 2019 - 03:40 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, New York – Harga minyak dunia relatif stabil pada akhir perdagangan Rabu pagi (4/12/2019), bervariasi tipis karena ekspektasi penurunan produksi dari OPEC dan produsen sekutu OPEC ikut membantu harga naik, menyusul komentar Presiden AS Donald Trump bahwa kesepakatan perdagangan dengan China mungkin tertunda.

Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari turun 10 sen menjadi ditutup pada 60,82 dolar AS per barel. Sementara itu, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari naik 14 sen menjadi 56,10 dolar AS per barel.

Trump mengatakan perjanjian perdagangan AS-China mungkin harus menunggu sampai usai pemilihan presiden November mendatang, mengabaikan harapan resolusi cepat terhadap perselisihan yang telah membebani ekonomi dunia.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Saya tidak punya batas waktu, tidak,” kata Trump kepada wartawan di London, di mana ia akan menghadiri pertemuan para pemimpin NATO. “Dalam beberapa hal, saya suka ide menunggu sampai setelah pemilihan untuk kesepakatan China.”

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutu-sekutunya, yang dikenal sebagai OPEC+, sedang membahas rencana untuk memperdalam pengurangan pasokan 1,2 juta barel per hari (bph) dengan tambahan 400.000 barel per hari dan memperpanjang pakta hingga Juni, kata dua sumber yang paham dengan masalah tersebut.

Arab Saudi mendorong rencana untuk meningkatkan pasar sebelum penawaran umum perdana perusahaan minyak milik pemerintah Saudi Aramco, kata sumber itu.

“Kami melihat kemungkinan keputusan seperti itu, tetapi satu yang bisa membuktikan sementara jika kepatuhan di antara peserta lain tidak secara ketat dipatuhi hingga Tahun Baru,” kata Jim Ritterbusch, presiden Ritterbusch and Associates, dalam sebuah laporan. “Jadi sementara keputusan seperti itu dapat memacu beberapa kekuatan harga minyak dalam waktu dekat, kemungkinan lingkungan penetapan harga kuartal pertama 2020 yang lemah akan meningkat.”

Seorang pejabat senior di Badan Energi Internasional (IEA) mengatakan produsen OPEC tidak mungkin mengubah pembatasan produksi mereka sampai prospek pasar menjadi lebih jelas.

Menteri Energi Rusia Alexander Novak mengatakan dia berharap pertemuan minggu ini akan konstruktif tetapi menambahkan bahwa Moskow belum menyelesaikan posisinya.

Vagit Alekperov, CEO produsen minyak terbesar kedua Rusia Lukoil, mengatakan tidak akan bijaksana untuk memperdalam pengurangan produksi di musim dingin, terutama untuk Rusia.

JPMorgan mengatakan dalam sebuah catatan bahwa mereka memperkirakan OPEC+ setuju untuk memperdalam penurunan produksi hingga 1,5 juta barel per hari sampai akhir tahun 2020.

Para menteri OPEC akan bertemu di Wina pada Kamis dan kelompok OPEC+ yang lebih luas berkumpul pada Jumat.

Produsen AS dengan senang hati memenuhi kekurangan pasar dengan pengaturan rekor produksi. Pertumbuhan hingga tahun 2020 dapat berkisar antara 100.000 barel per hari hingga satu juta barel per hari.

Persediaan minyak mentah turun 3,7 juta barel dalam sepekan yang berakhir 29 November menjadi 445,9 juta barel, data dari kelompok industri American Petroleum Institute (API) menunjukkan. Analis memperkirakan penurunan 1,7 juta barel.

Data resmi pemerintah akan dirilis pada Rabu waktu setempat. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB