Harga Minyak Naik Dipicu Serangan Kapal Iran dan Pembicaraan Dagang

- Pewarta

Senin, 14 Oktober 2019 - 07:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Harga minyak  terus naik/IST.

Foto ilustrasi: Harga minyak terus naik/IST.

Mediaemiten.com, Singapura – Harga minyak naik tipis di perdagangan Asia pada Senin pagi (14/10/2019), mempertahankan keuntungan dua persen dari perdagangan Jumat (11/10/2019) di tengah ketegangan geopolitik baru di Timur Tengah, serta mengendurnya perang perdagangan AS-China ikut mendukung sentimen pasar.

Minyak mentah berjangka Brent naik sembilan sen menjadi diperdagangkan di 60,60 dolar AS per barel pada pukul 12.08 GMT, sementara minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) diperdagangkan di 54,79 dolar AS per barel, naik sembilan sen.

Kedua kontrak naik lebih dari tiga persen minggu lalu, kenaikan mingguan pertama mereka dalam tiga minggu terakhir.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sebagian besar keuntungan diraih pada Jumat (11/10/2019) setelah sebuah tanker minyak Iran diserang di lepas pantai Arab Saudi di Laut Merah. Investigasi sedang dilakukan untuk menentukan apakah kapal tanker itu terkena rudal, yang dapat meningkatkan ketegangan antara Teheran dan Riyadh jika dikonfirmasi.

Munculnya kesepakatan perdagangan fase pertama antara Amerika Serikat dan China dan langkah niat baik oleh Washington untuk menangguhkan tarif yang mengancam produk-produk China juga mengangkat pasar keuangan global.

Investor tetap berhati-hati mengingat beberapa rincian dari perundingan tersebut belum muncul, sementara itu mungkin butuh lima minggu bagi kedua negara untuk menandatangani pakta.

“Para pedagang memandang kesepakatan itu secara tentatif karena penurunan tarif jauh dari menjembatani kesenjangan kepercayaan kritis yang merupakan penghapusan implisit potongan signifikan dari tarif yang ada,” kata Stephen Innes, ahli strategi pasar Asia Pasifik di AxiTrader dalam sebuah catatan.

“Perjanjian kecil ini bisa memakan waktu berminggu-minggu untuk diperbaiki.” (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB