Mediaemiten.com, New York – Harga minyak dunia bervariasi pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB (4/10/2019)), karena data ekonomi Amerika Serikat yang lebih mengecewakan memicu kekhawatiran investor akan perlambatan permintaan energi.
Patokan AS, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November turun 0,19 dolar AS menjadi menetap pada 52,45 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Sementara itu, patokan internasional, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember naik tipis 0,02 dolar AS menjadi ditutup pada 57,71 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Lembaga riset ekonomi Institute for Supply Management (ISM) mengatakan pada Kamis (3/10/2019) bahwa sektor jasa Amerika Serikat jatuh pada September ke level terendah sejak Agustus 2016.
Indeks non-manufaktur (sektor jasa) tercatat 52,6 persen, 3,8 poin persentase di bawah pembacaan Agustus sebesar 56,4 persen, menurut laporan ISM. Angka itu juga lebih rendah dari perkiraan pembacaan 55,3 dari para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones.
Penurunan sektor jasa ini mengikuti data dari ISM pada Selasa (1/10/2019) yang menunjukkan bahwa aktivitas bisnis di sektor manufaktur mengalami kontraksi pada September.
Indeks Pembelian Manajer (PMI) sektor manufaktur AS tercatat 47,8 persen, terendah sejak Juni 2009, dan menandai kontraksi bulan kedua berturut-turut, menurut laporan itu.
Baca Juga:
Riset LPEM FEB UI: Pindar AdaKami Jadi Bantalan Saat Masyarakat Hadapi Tekanan Ekonomi
Dari Budaya Etnik Li hingga Asian Beach Games: Sanya Tampilkan Identitas Budaya Sambut Tamu Asia
Dahua Technology Luncurkan Laporan ESG 2025: Dorong Pembangunan Berkelanjutan lewat Inovasi Digital
Sementara itu, pasar energi sebagian didukung oleh sisi pasokan karena berbagai survei menunjukkan bahwa produksi minyak Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) menurun pada September di tengah serangan terhadap fasilitas minyak Saudi.
Kekhawatiran tentang memburuknya prospek ekonomi telah membayangi dukungan dari sisi pasokan, para ahli mencatat. (pep)







