Harga Minyak Dunia Bervariasi di Tengah Data Ekonomi Mengecewakan

- Pewarta

Jumat, 4 Oktober 2019 - 06:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, New York – Harga minyak dunia bervariasi pada penutupan perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB (4/10/2019)), karena data ekonomi Amerika Serikat yang lebih mengecewakan memicu kekhawatiran investor akan perlambatan permintaan energi.

Patokan AS, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November turun 0,19 dolar AS menjadi menetap pada 52,45 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan internasional, minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Desember naik tipis 0,02 dolar AS menjadi ditutup pada 57,71 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lembaga riset ekonomi Institute for Supply Management (ISM) mengatakan pada Kamis (3/10/2019) bahwa sektor jasa Amerika Serikat jatuh pada September ke level terendah sejak Agustus 2016.

Indeks non-manufaktur (sektor jasa) tercatat 52,6 persen, 3,8 poin persentase di bawah pembacaan Agustus sebesar 56,4 persen, menurut laporan ISM. Angka itu juga lebih rendah dari perkiraan pembacaan 55,3 dari para ekonom yang disurvei oleh Dow Jones.

Penurunan sektor jasa ini mengikuti data dari ISM pada Selasa (1/10/2019) yang menunjukkan bahwa aktivitas bisnis di sektor manufaktur mengalami kontraksi pada September.

Indeks Pembelian Manajer (PMI) sektor manufaktur AS tercatat 47,8 persen, terendah sejak Juni 2009, dan menandai kontraksi bulan kedua berturut-turut, menurut laporan itu.

Sementara itu, pasar energi sebagian didukung oleh sisi pasokan karena berbagai survei menunjukkan bahwa produksi minyak Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) menurun pada September di tengah serangan terhadap fasilitas minyak Saudi.

Kekhawatiran tentang memburuknya prospek ekonomi telah membayangi dukungan dari sisi pasokan, para ahli mencatat. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB