First Media Akui Rencana Divestasi LINK Ganggu Kelangsungan Usaha

- Pewarta

Selasa, 7 Juni 2022 - 08:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi:  PT First Media Tbk (KBLV)/IST

Foto ilustrasi: PT First Media Tbk (KBLV)/IST

MEDIA EMITEN – PT First Media Tbk (KBLV) mengakui rencana penjualan 798.969.286 lembar atau 29,04% porsi saham PT Link Net Tbk (LINK ) senilai Rp 3,835 triliun berpotensi mengakibatkan terganggunya kelangsungan usaha perseroan.

Mengacu pada keterangan resmi KBLV yang diunggah pada laman Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa 7 Juni 2022, perseroan menjelaskan rencana penjualan saham LINK  akan menyebabkan  kehilangan sebagian pendapatan  yang berasal dari penerimaan dividen  yang besarnya di masa yang akan datang bisa berpotensi naik atau turun bergantung pada perkembangan bisnis LINK ke depannya.

Pada tiga  tahun terakhir, pendapatan yang diperoleh Perseroan dari dividen LINK adalah sebesar Rp 185,68 miliar pada tahun 2019, Rp 142,86 miliar pada tahun 2020, dan Rp 82,05 miliar pada tahun 2021.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun dibandingkan, jumlah penerimaan kas dari dividen tahunan tersebut besarnya cukup signifikan, yaitu lebih dari 50% dari jumlah penerimaan kas dari pendapatan dari konsumen Perseroan.

“Kontribusi dividen yang diterima oleh Perseroan dari saham LINK tidak cukup untuk menutup biaya-biaya Perseroan” tulis manajemen KBLV.

Perseroan juga melihat potensi yang menjanjikan dari bisnis media dan digital di masa mendatang dan perseroan akan fokus dalam pengembangan bisnis tersebut.

“Dana hasil divestasi LINK juga akan digunakan untuk pengembangan bisnis tersebut,” tulis manajemen KBLV.

Apabila rencana Transaksi terlaksana dan rencana pengembangan usaha berjalan sesuai rencana, perseroan menargetkan mulai mencatatkan laba bersih dan saldo laba positif dalam waktu 12 bulan ke depan.

Untuk itu rencana itu perlu persetujuan memperoleh persetujuan dari para pemegang saham independen dalam Rapat Umum Pemegang Saham(RUPS) tanggal 8 Juni 2022.

Dalam hasil audit laporan keuangan tahun 2021 KBLV terdapat penekanan keraguan siginifikan atas kemampuan dalam mempertahankan kelangsungan usaha karena kondisi kerugian operasi yang berkelanjutan hingga tahun 2021. Perseroan membukukan defisit senilai Rp 395,23 miliar pada akhir Desember 2021.

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru