Fed Suntik Likuiditas US$ 164,8 Miliar ke Perbankan AS

- Pewarta

Jumat, 17 Maret 2023 - 17:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Bank Sentral AS, Federal Reserve (Fed)/Dok.

Foto ilustrasi: Bank Sentral AS, Federal Reserve (Fed)/Dok.

MEDIA EMITEN – Federal Reserve (Fed) menyuntikkan likuiditas sekitar USD164,8 miliar ke dalam sistem perbankan AS pada sepekan terakhir. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi tekanan pada sistem keuangan setelah keruntuhan Silicon Valley Bank (SVB).

Data yang diterbitkan oleh Fed menunjukkan fasilitas pinjaman The discount window telah mengucurkan dana sebesar US$ 152,85 miliar untuk mendukung likuiditas tradisional perbankan pada pekan yang berakhir 15 Maret. Ini menjadi peningkatan dramatis dibandingkan sekitar US$ 5 miliar dari minggu sebelumnya.

Angka ini juga menjadi rekor tertinggi sepanjang masa karena sebelumnya ketika krisis keuangan 2008 hanya US$ 111 miliar.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Industri perbankan juga mengakses pinjaman sebesar US$11,9 miliar melalui Bank Term Funding Program yang baru-baru ini diluncurkan the Fed.

Sektor perbankan AS bergejolak setelah kolapsnya Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank.

“Ini sesuai dengan apa yang kami prediksi,” kata Michael Gapen,ekonom Bank of America Securities di New York. Dilansir dari Bloomberg pada Jumat 17 Maret 2023.

Bank sentral AS telah meluncurkan skema bersama Departemen Keuangan dan Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) pada Minggu (12/3) malam. Pasalnya, pihak berwenang berupaya mencegah bank lain mengalami masalah likuiditas yang pada akhirnya menghancurkan SVB California.

The Fed juga mengambil langkah-langkah untuk memperluas jaring pengaman. The Fed ingin menjamin bank-bank AS memiliki cukup likuiditas.

Pada hari-hari sejak keruntuhan SVB, sejumlah pemberi pinjaman regional yang dipimpin oleh First Republic Bank telah melihat harga saham mereka anjlok karena kekhawatiran tentang kesehatan keuangan jangka panjang lembaga tersebut.

Pasar merespons secara positif setelah konsorsium 11 bank terbesar Amerika termasuk Bank of America, Goldman Sachs, dan JPMorgan Chase mengumumkan pihaknya menyetor US$ 30 miliar ke First Republic Bank.

Kelompok tersebut mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa tindakan mereka mencerminkan apa yang disebutnya sebagai kepercayaan pada sistem perbankan negara.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

Praktik Integrasi “Eco+” Ningbo Ditampilkan dalam Forum SCO

Selasa, 28 Apr 2026 - 18:30 WIB