Fed Pertahankan Suku Bunga Acuannya, Tetapi Beri Sinyal Hawkish

- Pewarta

Kamis, 15 Juni 2023 - 07:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Federal Reserve (Fed), Jerome Powell/Dok

Ketua Federal Reserve (Fed), Jerome Powell/Dok

MEDIA EMITEN – Federal Reserve AS mempertahankan kisaran target suku bunga acuan dana federal pada 5% – 5,25%, tetapi memberikan sinyal hawkish dengan memperkirakan bakal ada dua kali lagi kenaikan tahun ini mengingat inflasi masih di atas target.

“Mempertahankan kisaran target stabil pada pertemuan ini memungkinkan komite untuk menilai informasi tambahan dan implikasinya terhadap kebijakan moneter,” kata Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan pada Rabu waktu AS.

Jeda kenaikan suku bunga diperkirakan karena tingkat pertumbuhan tahun-ke-tahun indeks harga konsumen AS melambat menjadi 4% pada Mei, dari puncaknya 9,1% pada Juni 2022. Fed jeda menaikkan suku bunga setelah serangkaian 10 kenaikan berturut-turut sejak Maret 2022.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Federal Reserve menegaskan kembali bahwa mereka sangat berkomitmen untuk mengembalikan inflasi ke target 2% dan akan terus mengurangi kepemilikannya atas sekuritas surat utang pemerintah, utang lembaga, dan sekuritas yang didukung hipotek seperti yang direncanakan.

Untuk menjinakkan inflasi, The Fed telah melakukan pengetatan moneter yang agresif melalui peningkatan suku bunga federal fund sebesar 500 basis poin secara akumulatif.

Khususnya, para pembuat kebijakan moneter dari Fed menaikkan proyeksi suku bunga dana federal untuk tahun 2023 menjadi 5,6% dari 5,1% pada Maret, yang menunjukkan bahwa Fed dapat melanjutkan kenaikan suku bunga setelah jeda.

Mereka menaikkan perkiraan inflasi pengeluaran konsumsi pribadi inti untuk 2023 menjadi 3,9%, naik dari 3,6% pada Maret, menurut ringkasan proyeksi ekonomi yang dikeluarkan oleh FOMC.

Sementara itu, proyeksi pertumbuhan PDB riil pada tahun 2023 naik menjadi 1% pada tahun 2023 dari ekspektasi sebelumnya sebesar 0,4%, dan perkiraan tingkat pengangguran pada tahun 2023 turun menjadi 4,1% dari 4,5% pada Maret.

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

Hisense Sambut FIFA World Cup 2026™ Lewat Inovasi RGB MiniLED

Jumat, 12 Jun 2026 - 14:47 WIB