Fed Naikkan Bunga Acuan 25 Bps

- Pewarta

Kamis, 2 Februari 2023 - 07:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Ketua Federal Reserve Jerome Powell/Dok

Foto ilustrasi: Ketua Federal Reserve Jerome Powell/Dok

MEDIA EMITEN – Federal Reserve menaikkan suku bunga acuannya 25 basis poin atau 0,25% pada Rabu (Kamis agi WIB). Namun Fed masih akan menaikkan berkelanjutan dalam biaya pinjaman sebagai bagian dari pertempuran melawan inflasi.


Ketua Fed Jerome Powell menekankan bahwa kemajuan inflasi baru-baru ini – meski “memuaskan” – masih belum cukup untuk menandakan diakhirinya kenaikan suku bunga.

“Kami akan membutuhkan lebih banyak bukti” bahwa inflasi sedang surut untuk yakin bahwa itu bergerak kembali ke target,” kata Powell pada konferensi pers setelah akhir pertemuan kebijakan dua hari FOMC.

Powell mengatakan dia yakin ada jalan kembali ke target inflasi 2% tanpa penurunan ekonomi yang signifikan, dan bank sentral mungkin hanya “beberapa kenaikan suku bunga lagi” dari tingkat yang dianggap cukup membatasi untuk membawa inflasi turun.

Pada saat yang sama, imbal hasil surat utang negara 2-tahun yang paling sensitif terhadap ekspektasi kebijakan Fed, tiba-tiba turun ke level terendah, Dolar AS meluncur terhadap sekeranjang mata uang mitra dagang utama.

Keputusan kebijakan The Fed menaikkan suku bunga acuan menjadi di kisaran antara 4,5% dan 4,75%n, sebuah langkah yang diantisipasi secara luas oleh investor dan diisyaratkan oleh bank sentral AS menjelang pertemuan.

Tetapi untuk menjaga janji kenaikan suku bunga lebih lanjut, The Fed melawan ekspektasi investor bahwa ia siap mengisyaratkan akhir dari siklus pengetatan saat ini sebagai anggukan pada fakta bahwa inflasi telah terus menurun selama enam bulan.

Pernyataan itu memang menunjukkan bahwa setiap kenaikan suku bunga di masa depan akan menjadi peningkatan seperempat poin persentase, menghilangkan referensi ke “kecepatan” kenaikan di masa depan dan sebaliknya mengacu pada “tingkat” perubahan suku bunga.

Tapi itu, katanya, akan mempertimbangkan bagaimana langkah kebijakan sejauh ini berdampak pada ekonomi, bahasa yang menghubungkan kenaikan suku bunga lebih lanjut dengan evolusi data ekonomi yang akan datang.

The Fed berharap dapat terus mendorong inflasi lebih rendah ke target 2% tanpa memicu resesi yang dalam atau menyebabkan kenaikan substansial dalam tingkat pengangguran dari 3,5% saat ini, tingkat yang jarang terlihat dalam beberapa dekade terakhir. Inflasi, berdasarkan ukuran pilihan Fed, melambat ke tingkat tahunan 5% pada Desember.

Bank sentral AS tidak mengeluarkan proyeksi ekonomi baru dari pembuat kebijakannya pada Rabu (1/2/2023) tetapi menegaskan kembali komitmennya terhadap target inflasi rata-rata 2,0 persen sebagai bagian dari tinjauan tahunan prinsip-prinsip operasinya.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB