Emas Berjangka Turun Tertekan Penguatan Dolar AS

- Pewarta

Kamis, 18 Oktober 2018 - 06:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Chicago – Harga emas berjangka di divisi COMEX New York Mercantile Exchange lebih rendah pada akhir perdagangan Kamis pagi (18/10/2018), tertekan oleh indeks dolar AS yang naik tajam.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman Desember, turun 3,6 dolar AS atau 0,29 persen, menjadi ditutup pada 1.227,40 dolar AS per ounce.

Indeks dolar AS, indeks greenback terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya, naik 0,41 persen menjadi 95,48 pada 1723 GMT.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Emas dan dolar AS biasanya bergerak berlawanan arah. Ketika dolar AS naik maka emas berjangka akan turun, karena emas yang diukur dengan dolar AS menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang lainnya.

Emas berjangka telah didukung dalam dua sesi terakhir oleh ketegangan geopolitik seputar hilangnya seorang wartawan Saudi di kantor konsulat Arab Saudi di Istanbul, Turki.

Sengketa perdagangan antara kekuatan ekonomi utama dan defisit anggaran Italia yang meningkat, juga memberikan dukungan tambahan terhadap logam mulia yang dipandang sebagai aset “safe-haven” oleh investor, terutama selama terjadi gejolak pasar.

Tetapi, peningkatan dolar AS, yang lebih lanjut menguat setelah rilis risalah dari pertemuan kebijakan moneter September Federal Reserve, menekan emas berjangka.

Risalah menegaskan kembali komitmen Federal Reserve untuk kenaikan tingkat yang lebih bertahap, yang mendorong dolar AS. Akibatnya, emas berjangka memperpanjang penurunan mereka ke dalam perdagangan elektronik di sore hari.

Adapun logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Desember turun 3,8 sen AS atau 0,26 persen, menjadi ditutup pada 14,633 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman Januari 2019 turun 6,1 dolar AS atau 0,72 persen, menjadi menetap di 840,60 dolar AS per ounce. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru