Ekspektasi Penurunan Produksi OPEC Dorong Harga Minyak Naik

- Pewarta

Jumat, 11 Oktober 2019 - 04:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi: Harga minyak mentah melanjutkan penguatan,respons kebijakan OPEC/Dok.

Foto ilustrasi: Harga minyak mentah melanjutkan penguatan,respons kebijakan OPEC/Dok.

Mediaemiten.com, New York – Harga minyak dunia menguat pada akhir perdagangan Kamis (10/10/2019), (Jumat pagi (11/10/2019) WIB), karena pasar tetap berharap bahwa Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) berpotensi mengurangi produksinya untuk menjaga stabilitas pasar minyak mentah global.

Patokan AS, minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman November menguat 0,96 dolar AS, menjadi 53,55 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Sementara itu, patokan internasional, minyak mentah Brent untuk pengiriman Desember naik 0,78 dolar AS menjadi ditutup pada 59,10 dolar AS per barel pada London ICE Futures Exchange.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

OPEC dan sekutu-sekutunya termasuk Rusia akan membuat “keputusan yang akan menempatkan kami pada jalur peningkatan dan stabilitas berkelanjutan untuk 2020” pada pertemuan pada Desember, kata Mohammad Barkindo, sekretaris jenderal OPEC, Kamis (10/10/2019), seperti dikutip Reuters.

Terlebih lagi, produksi minyak mentah dari OPEC akan mencapai rata-rata 29,6 juta barel per hari (bph) pada 2020, turun 2,3 juta barel per hari dari 2018, menurut laporan yang dirilis Selasa (8/10/2019) oleh Badan Informasi Energi AS (EIA).

Dalam Prospek Energi Jangka Pendek Oktober, EIA juga memperkirakan bahwa rata-rata tahunan produksi minyak mentah OPEC akan mencapai 29,8 juta barel per hari pada 2019, turun 2,1 juta barel dari 2018.

Di sisi lain, EIA memperkirakan bahwa produksi minyak mentah AS akan meningkat di setiap bulan yang tersisa di 2019, dan pada akhirnya mencapai 13,0 juta barel per hari pada Desember 2019.

EIA juga memperkirakan produksi minyak mentah AS mencapai rata-rata 12,3 juta barel per hari pada 2019 dan 13,2 juta barel per hari pada 2020.

Investor juga terus mengawasi perkembangan terbaru dari ketegangan militer di Timur Tengah, yang memicu kekhawatiran atas produksi minyak mentah di wilayah tersebut.

Turki secara resmi memulai operasi militernya untuk menumpas pasukan Kurdi di Suriah utara pada Rabu (9/10/2019), dan menyebabkan gelombang besar pengungsian di tengah kecaman pemerintah Suriah. (pep)

Berita Terkait

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen
BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru
Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO
Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman
Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS
Di Plains, Georgia, Presiden Amerika Serikat ke-39 Jimmy Carter Meninggal Dunia pada Usia 100 Tahun
Presiden Suriah Bashar al-Assaddan dan Anggota Keluarganya Dikabarkan Telah Tiba di Moskow
Ketua BNSP Sampaikan Komitmen Penguatan Standar Halal Global melalui Kerjasama dengan Korea Muslim Federation

Berita Terkait

Kamis, 28 Agustus 2025 - 11:38 WIB

Nissan Kehilangan Investor Besar, Saham Merosot Hingga 6 Persen

Senin, 7 Juli 2025 - 10:04 WIB

BRICS Jadi Alternatif G7, Indonesia Ambil Posisi Strategis di Tatanan Baru

Kamis, 3 April 2025 - 14:25 WIB

Perusahaan Otomotif Volvo Ungkap Alasan Tunjuk Mantan CEO Håkan Samuelsson Kembali Menjadi CEO

Rabu, 12 Februari 2025 - 13:24 WIB

Elon Musk Tawar Perusahaan pada Harga 97,4 Miliar Dolar AS, Begini Respons CEO OpenAI Sam Altman

Senin, 3 Februari 2025 - 08:04 WIB

Jepang Khawatir Berdampak Negatif Terhadap Perekonomian Global, Terkait Kebijakan Tarif AS

Berita Terbaru

Pers Rilis

ABC Impact Luncurkan “2025 Impact Review”

Rabu, 29 Apr 2026 - 10:22 WIB