Mediaemiten.com, Lebak – Anggota DPRD Banten Suparman optimistis pelemahan nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) mampu dikendalikan sehingga tidak berpengaruh terhadap ekonomi masyarakat di daerah.
“Kami yakin pemerintah mampu mengatasi nilai tukar rupiah itu,” kata Suparman saat menghadiri penyaluran bantuan sosial Jamsosratu di Kabupaten Lebak, Kamis (6/9/2018).
Pemerintahan Jokowi tentu bergerak cepat untuk mengendalikan pelemahan rupiah agar tidak berdampak terhadap ekonomi masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pelemahan nilai rupiah bukan terjadi di Indonesia saja, sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat juga mengalami hal yang sama.
Karena itu, pemerintah sangat serius untuk mengatasi pelemahan rupiah terhadap dolar AS.
Sebab, jika tidak segera dikendalikan dikhawatirkan berdampak terhadap ekonomi masyarakat.
Selain itu juga masyarakat akan terpukul akibat pelemahan nilai rupiah dan secara langsung mengakibatkan daya beli masyarakat menurun.
Baca Juga:
Sigenergy Resmi Melantai di Bursa Efek Hong Kong, Didukung Investor Global Terkemuka
Pedoman Pertama tentang Penanganan Neuropati Perifer untuk Apoteker di Asia Pasifik
Apabila, daya beli masyarakat menurun tentu kemiskinan cenderung meningkat.
Menurut dia, meski terjadi pelemahan rupiah terhadap dolar AS, namun pertumbuhan ekonomi cukup bagus.
Saat ini, kata dia, harga kebutuhan bahan pokok relatif stabil dan tidak terjadi lonjakan maupun kelangkaan di pasaran.
Bahkan, daya beli masyarakat meningkat dan tidak terpengaruh pelemahan nilai rupiah itu.
Baca Juga:
CGTN: Pertukaran Budaya Mempererat Hubungan Persahabatan Tiongkok-Vietnam
Krisis Pinjol Indonesia: Tembus Rp100 Triliun, Ini Cara FLIN Bantu Keluar dari Siklus Utang
Namun, pihaknya meminta pemerintah agar mengoptimalkan pemberdayaan lembaga koperasi dan UMKM agar perekonomian masyarakat kuat.
Selama ini, kata dia, lembaga koperasi dan UMKM tidak berdampak terhadap fluktuasi mata uang dapat dilihat saat krisis ekonomi tahun 1998.
Disamping itu juga lembaga keuangan dan bank menyalurkan penguatan modal bagi pelaku usaha agar produksinya meningkat.
Pemerintah juga harus membatasi impor dan memperbanyak ekpsor industri,barang dan makanan serta hasil perkebunan.
“Kami minta masyarakat tidak panik menghadapi pelemahan rupiah terhadap dolar AS itu,” kata politisi dari Partai Golkar tersebut (man)








