Dolar Menguat Didukung Data Positif Ekonomi AS

- Pewarta

Jumat, 26 April 2019 - 06:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, New York – Kurs dolar AS sedikit menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), karena para pelaku pasar mencerna sejumlah data ekonomi positif dan menunggu rilis data produk domestik bruto AS untuk kuartal pertama 2019 pada Jumat waktu setempat .

Dalam minggu yang berakhir 20 April, klaim pengangguran awal AS, cara kasar untuk mengukur PHK, tercatat 230.000, meningkat 37.000 dari tingkat direvisi minggu sebelumnya, Departemen Tenaga Kerja melaporkan pada Kamis (25/4/2019). Angka ini lebih tinggi dari perkiraan pasar.

Sementara itu, pesanan baru untuk barang-barang modal buatan AS meningkat 2,7 persen pada Maret menjadi 258,5 miliar dolar AS, kata Departemen Perdagangan. Angka itu dengan mudah melampaui konsensus pasar.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data tersebut menunjukkan pesanan baru untuk barang-barang tahan lama AS meningkat paling banyak dalam delapan bulan. Itu mengikuti data AS terbaru lainnya yang menunjukkan kekuatan dalam penjualan ritel dan ekspor, yang telah meredakan kekhawatiran ekonomi AS melambat tajam, kata para analis.

“Peningkatan kuat dalam pesanan barang modal yang mendasari pada Maret, bersama dengan penjualan ritel yang lebih kuat bulan lalu, menunjukkan ekonomi membawa momentum sedikit lebih ke kuartal kedua,” Michael Pearce, ekonom senior AS di Capital Economics, mengatakan dalam sebuah catatan, seperti dikutip Reuters.

“Secara keseluruhan dolar mendapat manfaat dari data domestik yang kuat, data yang lemah di luar negeri, serta serangkaian pertemuan bank sentral yang dovish,” kata Wakil Presiden Bidang Transaksi dan Perdagangan Tempus Inc John Doyle di Washington.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik 0,04 persen menjadi 98,2051 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1128 dolar AS dari 1,1142 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,2893 dolar AS dari 1,2905 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,7010 dolar AS dari 0,7005 dolar AS.

Dolar AS dibeli 111,61 yen Jepang, lebih rendah dari 112,34 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 1,0210 franc Swiss dari 1,0216 franc Swiss, dan melemah menjadi 1,3487 dolar Kanada dari 1,3492 dolar Kanada. Demikian laporan yang dikutip dari Xinhua. (pep)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru