Dolar Bertahan di Kisaran Tertinggi 11 Bulan Meski Sedikit Melemah

- Pewarta

Jumat, 5 Oktober 2018 - 03:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, New York – Kurs dolar AS sedikit melemah terhadap euro dan yen pada akhir perdagangan Kamis (Jumat 5/10/2018 pagi WIB), tetapi tetap mendekati level tertinggi baru-baru ini, karena investor mengevaluasi dampak kemunduran obligasi pemerintah global yang meningkatkan imbal hasil obligasi AS ke tertinggi tujuh tahun.

Data ekonomi yang kuat dan pidato “hawkish” oleh pejabat Federal Reserve, termasuk Ketua Jerome Powell, mencemaskan para investor pada Rabu (3/10/2018) dan menyebabkan imbal hasil obligasi AS dan pasangan mata uang euro/dolar untuk menembus level teknis penting.

“Pasar masih mencoba untuk mencari tahu apa yang mendorong hal tersebut,” kata Mark McCormick, kepala strategi valas Amerika Utara di TD Securities di Toronto. “Sekarang ini apakah istirahat teknis itu berkelanjutan.” Dolar telah berkinerja baik karena pertumbuhan AS yang kuat, sementara data ekonomi di negara besar lainnya, termasuk zona euro, telah datang di bawah ekspektasi.

Investor mengamati tanda-tanda peningkatan inflasi AS karena perusahaan-perusahaan termasuk Amazon, menaikkan upah minimum, dan setelah data pekerjaan bulan lalu menunjukkan bahwa upah mencatat kenaikan tahunan terbesar mereka dalam lebih dari sembilan tahun pada Agustus.

Data pekerjaan AS pada Jumat waktu setempat untuk September akan memberikan indikasi baru pertumbuhan upah dan kekuatan pasar tenaga kerja.

Powell pada Rabu (3/10/2018) berbicara tentang perekonomian AS sehari setelah menyambut “prospek yang sangat positif,” mengatakan bahwa Amerika Serikat berada di ambang era langka secara historis dengan tingkat pengangguran rendah dan harga-harga yang jinak.

Yen melemah menjadi 114,54 yen terhadap dolar pada Kamis (4/10/2018) pagi, terendah dalam 11 bulan, sebelum terkoreksi ke 113,79 yen.

Mata uang Jepang dibantu oleh laporan Reuters bahwa bank sentral Jepang, Bank of Japan (BoJ), akan mentolerir kenaikan lebih lanjut dalam imbal hasil super-panjang asalkan kenaikannya tidak mendorong imbal hasil obligasi 10 tahun jauh di atas targetnya nol persen.

Greenback menghadapi resistensi teknis yang kuat terhadap yen antara 114,32 dan 114,73, analis teknis Citigroup menulis dalam sebuah laporan pada Kamis (4/10/2018), yang dapat membuat investor berhati-hati tentang kenaikan dolar lebih lanjut.

Euro juga pulih dari posisi terendah enam minggu terhadap dolar, setelah menembus dukungan teknis di sekitar 1,15 dolar pada Rabu (3/10/2018).

Mata uang tunggal telah dirugikan oleh ketidakpastian seputar utang Italia, rencana fiskal dan hubungan masa depan dengan Eropa, yang telah membuat pasar bingung dan memperparah ketegangan dengan para pemimpin zona euro lainnya.

Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,1513 dolar dari 1,1517 dolar pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,3023 dolar dari 1,2975 dolar pada sesi sebelumnya. Dolar Australia turun menjadi 0,7074 dolar dari 0,7120 dolar.

Dolar dibeli 113,86 yen Jepang, lebih rendah dari 114,33 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar naik menjadi 0,9915 franc Swiss dari 0,9898 franc Swiss, dan naik menjadi 1,2923 dolar Kanada dari 1,2841 dolar Kanada. (pep)

Berita Terkait

Laba Bersih PT Jasa Marga Tbk Meningkat 56,3 Persen pada Semester I 2023 Menjadi Rp1,15 Trriliun
Pada Kuartal Ketiga 2023, PT Bumi Serpong Damai Tbk Bukukan Laba Bersih Senilai Rp 1,77 Trriliun
Komitmen Kuat PT Rig Tenders Indonesia Tbk dalam Mengokohkan Posisi di Industri Pelayaran
Perkiraan Ekonomi dan Pasar Modal 2024: Tinjauan Aktif Pasar Keuangan
Meski Pendapatan Melojak 172%, MBMA Justru Merugi
AALI Akan Bagi Dividen Interim Rp157,8 Miliar
Kasus Gugatan 1,1 Ton Emas, ANTM Mengaku Keuangan Solid
RAAM Akuisisi 30% Saham B-Universe
Jasasiaranpers.com dan media online ini mendukung program manajemen reputasi melalui publikasi press release untuk institusi, organisasi dan merek/brand produk. Manajemen reputasi juga penting bagi kalangan birokrat, politisi, pengusaha, selebriti dan tokoh publik.

Berita Terkait

Selasa, 28 November 2023 - 17:01 WIB

Laba Bersih PT Jasa Marga Tbk Meningkat 56,3 Persen pada Semester I 2023 Menjadi Rp1,15 Trriliun

Selasa, 28 November 2023 - 16:54 WIB

Pada Kuartal Ketiga 2023, PT Bumi Serpong Damai Tbk Bukukan Laba Bersih Senilai Rp 1,77 Trriliun

Kamis, 23 November 2023 - 20:38 WIB

Komitmen Kuat PT Rig Tenders Indonesia Tbk dalam Mengokohkan Posisi di Industri Pelayaran

Rabu, 4 Oktober 2023 - 19:52 WIB

Perkiraan Ekonomi dan Pasar Modal 2024: Tinjauan Aktif Pasar Keuangan

Jumat, 29 September 2023 - 08:42 WIB

Meski Pendapatan Melojak 172%, MBMA Justru Merugi

Rabu, 27 September 2023 - 21:01 WIB

AALI Akan Bagi Dividen Interim Rp157,8 Miliar

Minggu, 24 September 2023 - 09:53 WIB

Kasus Gugatan 1,1 Ton Emas, ANTM Mengaku Keuangan Solid

Jumat, 22 September 2023 - 20:41 WIB

RAAM Akuisisi 30% Saham B-Universe

Berita Terbaru