Dolar AS Melemah Tertekan Meningkatnya Ketegangan Perdagangan

- Pewarta

Selasa, 18 September 2018 - 02:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, New York – Kurs dolar AS mengalami penurunan lebih dari 0,4 persen terhadap mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Senin (Selasa 18/9/2018 pagi WIB), tertekan kekhawatiran atas eskalasi sengketa perdagangan antara Amerika Serikat dan China.

Indeks dolar AS mencatat penurunan besar dalam perdagangan sesi sore Senin (17/9/2018).

Pemerintah Amerika Serikat diperkirakan akan membuat pengumuman tentang perdagangan dengan China pada Senin malam waktu setempat, mungkin dengan pengenaan tarif baru, menurut Presiden Donald Trump.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di sisi lain, sterling dan euro juga menguat terhadap dolar AS di tengah optimisme atas prospek kesepakatan Brexit dengan Uni Eropa.

Pembicaraan antara Uni Eropa dan Inggris tentang Brexit sedang dilakukan dalam semangat “kerja sama yang baik,” Michel Barnier, kepala juru runding Uni Eropa tentang masalah ini, mengatakan pada Senin (17/9/2018) seperti dikutip Reuters.

Inggris akan meninggalkan Uni Eropa pada 29 Maret 2019 tetapi belum ada kesepakatan keluar penuh telah tercapai. Laporan kemajuan tentang pertanyaan kunci perbatasan Irlandia juga membantu meningkatkan pound Inggris.

Sementara itu, mata uang “safe-haven” yen menguat terhadap greenback karena Amerika Serikat akan mengumumkan rencana terbarunya tentang tarif China setelah pasar tutup.

Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, turun 0,45 persen menjadi 94,4990 pada akhir perdagangan.

Pada akhir perdagangan New York, euro naik menjadi 1,1685 dolar AS dari 1,1632 dolar AS di sesi sebelumnya, dan pound Inggris naik menjadi 1,3161 dolar AS dari 1,3066 dolar AS pada sesi sebelumnya.

Dolar Australia naik menjadi 0,7181 dolar AS dari 0,7165 dolar AS.

Dolar AS dibeli 111,87 yen Jepang, lebih rendah dari 112,01 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS turun menjadi 0,9623 franc Swiss dari 0,9668 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3026 dolar Kanada dari 1,3031 dolar Kanada.
(pep)

Berita Terkait

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra
Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi
Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia
Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar
Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial
CSA Index RI Agustus Tertinggi Sejak Awal Tahun
Strategi Baru Remala Abadi: Transaksi Saham Komisaris Tingkatkan Kontrol Bisnis
Pasca Keluar dari LQ45, SIDO Pindah Fokus dari Domestik ke Internasional

Berita Terkait

Jumat, 5 Desember 2025 - 18:00 WIB

Resmi Dibuka, Astra Auto Fest 2025 Semarak Beragam Promo dari Grup Astra

Jumat, 12 September 2025 - 22:03 WIB

Pasar Modal Indonesia Waspada, CSA Index September 2025 Terkoreksi

Rabu, 20 Agustus 2025 - 15:17 WIB

Strategi BUMI Kuasai Wolfram, Tambang Emas Jumbo di Queensland Australia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 10:11 WIB

Analisis: Keterlambatan Laporan Keuangan Picu Asimetri Informasi di Pasar

Senin, 18 Agustus 2025 - 11:46 WIB

Strategi SMMA Konversi Utang Jadi Saham, Langkah Cerdas Atasi Beban Finansial

Berita Terbaru