Darmin : Tekanan kepada Kurs Belum akan Usai

- Pewarta

Senin, 26 November 2018 - 02:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mediaemiten.com, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution mengatakan tekanan kepada nilai tukar rupiah belum akan usai, meski saat ini kurs masih bertengger stabil pada kisaran Rp14.500-Rp14.600 per dolar AS.

“Jangan bermimpi ini akan selesai, karena bisa berlangsung dua atau tiga tahun lagi,” ujar Darmin di Jakarta, Jumat (24/11/2018).

Darmin mengatakan tekanan eksternal dari normalisasi kebijakan Bank Sentral AS (The Fed), ancaman perang dagang maupun harga komoditas yang bergejolak, masih akan mempengaruhi pergerakan rupiah.

ADVERTISEMENT

RILISPERS.COM

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam menghadapi tekanan ini, hal yang bisa dilakukan pemerintah adalah dengan membenahi fundamental ekonomi dalam negeri melalui perbaikan defisit neraca transaksi berjalan.

Meski demikian, Darmin mengakui hasil dari pembenahan tersebut belum akan terlihat dalam waktu cepat dan membantu stabilisasi nilai tukar terhadap dolar AS dalam jangka pendek.

Untuk itu, pemerintah terus berupaya melakukan pembenahan terhadap neraca transaksi berjalan, salah satunya dengan menerbitkan paket kebijakan ekonomi XVI untuk memperkuat surplus neraca modal.

Paket tersebut meliputi revisi peraturan Daftar Negatif Investasi (DNI), upaya mengundang Devisa Hasil Ekspor dari sumber daya alam agar disimpan di dalam negeri serta perbaikan peraturan insentif perpajakan.

Tujuan dari penerbitan paket ini adalah untuk mengundang investasi dari pelaku usaha dengan memanfaatkan momentum masuknya kembali aliran modal ke Indonesia.

“Kalau modal jangka pendek tidak masuk, tidak ada yang bisa mengimbangi defisit. Tapi jangan dilihat ini akan langsung memperbaiki neraca transaksi berjalan, karena itu butuh bertahun-tahun memperbaikinya,” ujarnya. (sat)

Berita Terkait

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama
FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025
Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?
Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan
Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek
Kasus Jiwasraya: Tanah Benny Tjokro Bogor Dilelang, Negara Kumpulkan Rp18 M
ICC Singapura Jadi Arena Gugatan Kontrak Satelit: Indonesia Siapkan Bukti Lengkap Lawan Detenté Operation
TRUE Optimistis Proyek District East Meningkatkan Laba dan Valuasi Aset

Berita Terkait

Jumat, 13 Maret 2026 - 23:53 WIB

PROPAMI Gelar SIAR Ramadhan 1447 H, Kepedulian Sosial Jadi Agenda Utama

Kamis, 14 Agustus 2025 - 11:43 WIB

FUTR, Energi Baru, dan Strategi Lippo yang Bisa Ubah Valuasi Saham di 2025

Jumat, 1 Agustus 2025 - 07:16 WIB

Sinarmas dan Taspen Disorot: Di Mana Rp1 Triliun Dana Pensiun Menguap?

Senin, 28 Juli 2025 - 09:59 WIB

Terima Rp70 Miliar dari Perkara Gula, Zarof Ricar Bongkar Jaringan

Kamis, 17 Juli 2025 - 14:29 WIB

Dokumen Investasi GoTo Terungkap dalam Investigasi Korupsi Chromebook Kemendikbudristek

Berita Terbaru